PPP ke Fadli Zon: Mau Bergabung ke Pemerintahan Yang Salah Urus?

Sekjen PPP Arsul Sani | Istimewa

Beritacas.com - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menyindir Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang sebelumnya menyebut pemadaman listrik massal merupakan ciri negara yang salah urus.

Arsul mengingatkan Fadli bahwa pernyataan itu akan menjadi bahan tertawaan masyarakat bila kelak Gerindra bergabung dalam koalisi partai politik pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Nanti malah menjadi bahan tertawaan masyarakat kalau Gerindra ternyata pada akhirnya bergabung ke koalisi pemerintahan, masa gabung ke pemerintahan yang salah urus," ucap Arsul lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (5/8).

Diketahui, Gerindra memang sudah semakin dekat untuk bergabung dalam koalisi Jokowi-Ma'ruf. Ketua Umum Prabowo Subianto sudah bertemu dengan Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Bahkan, salah satu petinggi Gerindra mengatakan kepada CNNIndonesia.com lobi-lobi sudah mencapai 70 persen pada pekan lalu.

Arsul lantas meminta Fadli tidak mempolitisasi kejadian mati listrik secara massal pada Minggu (4/8) hingga Senin (5/8) menjadi isu salah urus negara. Dia menilai Fadli tidak perlu memberikan pernyataan yang berlebihan.

Kalau pun ada yang salah dalam insiden listrik padam secara massal, menurutnya, hal itu adalah manajemen di tubuh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

"Soal padamnya listrik PLN itu tidak usah dipolitisir menjadi isu salah urus negara. Kalau pun ada yang salah urus, maka ini soal salah urus dalam manajemen PLN. Jadi Fadli Zon enggak usah menarik isu ini dengan lebay," tutur Wakil Ketua DPR RI itu.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menyebut padam listrik di sejumlah daerah merupakan ciri negara yang salah urus. Dia menyebut harus ada yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

"Apa yang terjadi kemarin mati listrik tanpa peringatan, pemberitahuan, dan penjelasan sebelumnya ini merupakan ciri-ciri dari sebuah negara yang salah urus. Harus ada orang yang bertanggung jawab, apa yang menyebabkan itu karena ini telah menimbulkan kerugian yang besar di masyarakat," ujar Fadli, kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/8).

Pemadaman listrik terjadi di wilayah Jakarta dan sebagian Banten, Jawa Barat, serta Jawa Tengah, pada Minggu (4/8). Bahkan, beberapa wilayah masih padam hingga Senin (5/8) pagi.

PLN sebelumnya menjelaskan bahwa penyebab pemadaman listrik adalah karena ada gangguan pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV. Hal ini mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan.

Akibatnya, seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa mengalami gangguan (trip). Aliran listrik kemudian padam di wilayah Jabodetabek, sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah. Listrik padam di wilayah Jabodetabek sendiri terjadi mulai pukul 11.48 WIB.

Selain itu, pemadaman listrik di wilayah lainnya termasuk Jawa Barat disebabkan karena gangguan transmisi Sutet 500 kV. Area yang terdampak listrik padam ini antara lain Bandung, Bekasi, Cianjur, Cimahi, Cirebon, Garut, Karawang, Purwakarta, Majalaya, Sumedang, Tasikmalaya, Depok, Gunung Putri, Sukabumi, dan Bogor. [CNN Indonesia]

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...