Jika Mau Aman, Jokowi Harus Tambah Anggota Koalisi

Jika Mau Aman, Jokowi Harus Tambah Anggota Koalisi | Istimewa

Beritacas.com - Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indo Barometer Muhammad Qodari mengemukakan jika mau aman dan stabil, presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) harus menambah satu anggota koalisi baru dalam kepemimpinan lima tahun mendatang. Bahkan bisa tambah dua anggota koalisi lagi sehingga dukungan di parlemen mencapai 85 persen.

“Jokowi pasti tetap waswas kalau kursi di parlemen cuma 60 persen seperti sekarang,” kata Qodari dalam diskusi bertema “Misi Golkar untuk Indonesia Maju, Adil dan Makmur di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Ia menjelaskan dukungan yang hanya 60 persen sangat rentan. Jika salah satu anggota koalisi saja yang lari atau keluar dari koalisi maka dukungan terhadap pemerintah berada di bawah 50 persen. Kondisi ini sangat berbahaya bagi Jokowi dalam menyukseskan berbagai kebijakan yang harus mendapat persetujuan parlemen.

Di sisi lain, loyalitas dan disiplin dari lima anggota Koalisi Indonesia Kerja (KIK) saat ini bervariasi. Kondisi itu menyulitkan Jokowi dalam mengambil kebijakan penting.

“Maka ya tambah minimal satu partai bahkan dua partai. Kalau mencapai dukungan 70 persen, tambah satu. Tapi kalau mau mencapai 80 persen, tambah dua,” jelasnya.

Dia melihat partai yang bisa diajak bergabung adalah Gerindra dan Demokrat. Jika tambah satu cukup Gerindra. Sementara jika tambah dua, Gerindra dan Demokrat harus diajak.

Menurutnya, tambahan anggota koalisi sangat penting bagi Jokowi karena ada isu besar yang akan dibahas ke depan yaitu masalah pindah ibu kota negara. Persoalan itu pasti membutuhkan dukungan besar karena menyangkut anggaran yang sangat besar.

“Ini (pindah ibu kota negara,) pasti perdebatannya panjang dan sengit. Maka perlu dukungan mayoritas di parlemen,” tutup Qodari. [Jawapos.com]

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...