Ini Dia Identitas Akun Facebook Penghina Alm. KH Maimoen Zubair


Fulvian Daffa Umarela Wafi | Istimewa
Beritacas.com - Identitas pemilik akun Facebook yang menghina almarhum Mbah Moen sudah terungkap. Ia adalah Fulvian Daffa Umarela Wafi (20), warga Donomulyo, Kabupaten Malang.

"Setelah postingan itu, kami mengidentifikasi dan kemudian berhasil mengungkap identitas pelaku. Bersama teman-teman Banser, keberadaannya selanjutnya bisa diketahui," ujar Ketua GP Anshor Kota Malang Nur Junaedi Amin kepada detikcom, Sabtu (10/8/2019).

Anshor dan PCNU Kota Malang, Aswaja Malang Raya, Gusdurian, bersama Pengurus Pemuda Daerah Muhammadiyah (PPDM) kemudian melakukan tabbayun (klarifikasi). Pelaku dihadirkan di kantor PCNU Kota Malang. Di sana Fulvian mengakui semua perbuatannya.

"Ketika dilakukan tabbayun. Dia (Fulvian) mengakui perbuatannya. Sepertinya telah masuk sistem yang keliru terhadap yang bersangkutan. Sehingga cara berpikir dan sudut pandang terhadap NU beserta bagiannya salah," terang Junaedi.

Menurutnya, perbuatan pelaku mencederai dan mengundang kemarahan warga NU. Terlebih karena almarhum KH Maimun Zubair merupakan kiai yang selama ini menjadi panutan. Bukan saja untuk NU tetapi juga bangsa Indonesia.

Ia menambahkan, ini merupakan kasus yang sudah terjadi. NU selalu menjadi korban, atas sebuah doktrin atau sistem yang faktanya itu adalah fitnah.

"Postingan yang bersangkutan juga bisa menimbulkan persoalan antara Muhammadiyah dan NU. Melalui narasi yang tertulis. Hal inilah juga harus dihindari dan kemudian kami melakukan tabbayun," imbuh Junaedi.

Junaedi melanjutkan, pihaknya telah memberikan penyegaran mengenai cara pandang pelaku terhadap NU. Itu dilakukan agar kasus serupa tidak terulang kembali.

Baca juga: Dubes Agus Maftuh Ungkap Diplomasi Agar Mbah Moen Dimakamkan di Ma'la

"Penyadaran dalam berpikir dan memandang NU harus diubah. Dan itu kami lakukan terhadap pelaku. Dia pun mengakui kesalahannya dan menulisnya di atas surat pernyataan," tambahnya.

Pihaknya kemudian menyerahkan pelaku kepada pihak berwajib untuk menyelesaikan perkara ini. "Kami sudah memaafkan, karena ternyata ada cara pandang pelaku yang keliru. Namun, jika menginginkan perkara ini berlanjut, kami siap. Dan kami meminta pihak berwajib dalam hal ini kepolisian jika kasus ini berlanjut. Maka wajib bagi kepolisian untuk meneruskan permasalahan ini hingga ke pengadilan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, akun Facebook Fulfian.Daffa.3 mem-posting kalimat tak pantas mengenai meninggalnya KH Maimun Zubair atau Mbah Moen. Apa yang ditulis Fulvian dianggap sebagai ujaran kebencian.

"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kematian si mumun zibair, alhamdulillah populasi NU berkurang, saya orang Muhammadiyah, gak ada gunanya saya berduka atas kematian orang NU," tulis Fulfian seperti yang tertera dalam laporan ke polisi, Jumat (9/8). [Detikcom]

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...