China Ancam Balas AS jika Pasang Sistem Rudal di Asia-Pasifik

China Ancam Balas AS jika Pasang Sistem Rudal di Asia-Pasifik | Istimewa

Beritacas.com - China mengancam akan mengambil tindakan balasan jika Amerika Serikat berkeras menempatkan sistem rudal darat jarak menengah di kawasan Asia-Pasifik.

"China tidak akan diam dan akan mengambil tindakan balasan jika AS mengerahkan sistem rudal darat jarak menengah di belahan bumi ini," ucap Direktur Pengendalian Senjata Kementerian Luar Negeri China, Fu Cong, seperti dikutip AFP pada Selasa (6/8).

Fu juga menyerukan agar negara-negara sekutu AS di Asia Pasifik, seperti Australia, Jepang, dan Korea Selatan, tak mengizinkan AS menempatkan sistem persenjataan mereka di kawasan.

"Jika AS mengerahkan rudal di belahan bumi ini, di gerbang pintu China, China terpaksa mengambil langkah balasan. Kami mendesak negara tetangga China untuk berhati-hati dan tidak mengizinkan penyebaran rudal jarak menengah AS di kawasan," kata Fu.

Fu tidak menjelaskan secara rinci tindakan balasan China jika AS berkeras mengerahkan sistem rudalnya ke Asia.

Namun, dia mengatakan "seluruh opsi akan dipertimbangkan China" jika sekutu-sekutu AS di kawasan mengizinkan pengerahan senjata itu di negara mereka.

"Mengingat perbedaan yang sangat besar antara persenjataan nuklir China, AS, dan Rusia, saya tidak berpikir ini masuk akal atau bahkan adil untuk mengharapkan China berpartisipasi dalam negosiasi pengurangan senjata pada tahap ini," ucap Fu seperti dilansir Reuters.

Ancaman itu diutarakan China setelah Menteri Pertahanan AS, Mark T Esper, menyatakan niat ingin mengerahkan sistem rudal darat di Asia pada akhir pekan lalu.

Pernyataan itu diutarakan sehari setelah AS secara resmi keluar dari perjanjian nuklir era Perang Dingin dengan Rusia yang dikenal dengan INF Treaty.

Berbicara kepada wartawan dalam perjalanannya menuju Australia, Esper menuturkan pengerahan itu akan dilakukan "dalam beberapa bulan ke depan."

Meski begitu, dia tidak menjelaskan secara rinci waktu dan tipe senjata yang akan dikerahkan AS di kawasan.

"Senjata-senjata ini akan membutuhkan waktu yang lebih banyak dari yang diperkirakan," tutur Esper seperti dikutip The New York Times.

Selain itu, pekan lalu AS juga dikabarkan tengah berencana membangun infrastruktur militer di Australia dengan biaya US$211,5 juta atau setara Rp2,9 triliun.

Perluasan pengaruh militer AS di Asia-Pasifik ini dinilai akan membuat China dan Korea Utara geram. Rencana AS ini juga berlangsung ketika persaingan Washington-Beijing tengah memanas, serta dialog denuklirisasi antara Korut-AS belum menemukan titik cerah. [CNN Indonesia]

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...