Moeldoko Kaji Laporkan Saksi 02, Hairul Anas

Moeldoko | Istimewa


Beritacas.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Moeldoko mengkaji pelaporan terhadap saksi tim hukum Prabowo-Sandi, Hairul Anas, terkait pernyataan dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Hairul saat bersaksi menyebut Moeldoko menyampai kecurangan adalah bagian dari demokrasi ketika memberikan pembekalan kepada saksi untuk pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Ya saya lihat dulu konteksnya, saya lihat dulu konteksnya nanti [sebelum memutuskan melaporkan]," kata Moeldoko di Jakarta, Kamis (20/6).

Moeldoko mengatakan bahwa penjelasan dirinya kepada para saksi pasangan Jokowi-Ma'ruf telah dipelintir oleh Hairul saat bersaksi dalam sidang di MK. Menurut mantan Panglima TNI itu, dirinya tak pernah menyampaikan seperti yang diungkapkan Hairul.

"Tidak ada saya mengajarkan mereka untuk berlaku curang, dalam sebuah demokrasi kecurangan adalah hal yang wajar. Itu sebuah pelintiran yang ngawur," ujarnya.

Moeldoko kembali menjelaskan bahwa yang dirinya sampaikan kepada para saksi adalah agar mereka waspada terhadap kecurangan dalam pesta demokrasi lima tahunan. Ia menyebut dalam sebuah demokrasi apa saja bisa terjadi, termasuk kecurangan.

Pensiunan jenderal bintang empat itu lantas mengingatkan kepada para saksi pasangan Jokowi-Ma'ruf untuk waspada dan sungguh-sungguh dalam bekerja. Ia tak ingin para saksinya kecolongan saat penghitungan suara dilakukan.

"Saya betul-betul enggak pernah mengajak untuk berbuat curang, justru saya mengingatkan hati-hati, jangan-jangan nanti kecurangan, siapa pelakunya, ya saya nggak ngerti siapa pelakunya," ujarnya.

Sebenarnya, kata Moeldoko, dalam persidangan kemarin pernyataan Hairul sudah terbantahkan ketika salah satu majelis hakim MK bertanya. Menurutnya, ketika itu Hairul saat menjawab pertanyaan hakim mengatakan bahwa dirinya tak meminta para saksi berbuat curang.

"Diakui sendiri oleh saksi bahwa ada pernyataan kan, apakah pada saat itu ada menekankan Pak Moeldoko, menekankan atau mengajarkan untuk berbuat curang? Dikatakan tidak. Ya memang begitu," ujarnya.

Sumber: CNN Indonesia

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...