MK Putuskan Honorer K2 Diatas 35 Tahun Bisa Ikut CPNS. Ada Peluang di CPNS 2019?

MK Putuskan Honorer K2 Diatas 35 Tahun Bisa Ikut CPNS. Ada Peluan di CPNS 2019? | Istimewa


Beritacas.com - Pendaftaran CPNS 2019 yang diperkirakan baru dibuka Oktober mendatang, diharapkan juga mengakomodir honorer K2 usia di atas 35 tahun.

Mumpung peraturan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (permen PAN-RB) sebagai dasar hukumnya masih digodok, Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) mengusulkan ada formasi khusus untuk mereka.

Ketua FHK2I Titi Purwaningsih menyatakan, jumlah guru honorer K-2 saat ini sekitar 160 ribu orang. Jika di setiap pengadaan CPNS diberikan formasi khusus untuk K2, persoalan tersebut akan selesai. Dalam hitungannya, bisa selesai dalam beberapa tahun saja.

’’Lama-lama kan ini akan habis kalau setiap kali ada formasi honorer K-2 dikasih. Toh dari awal kami mintanya bertahap, tidak sekaligus,’’ ujarnya kepada Jawa Pos.

Formasi khusus itu, kata dia, bisa diberikan dengan mempertimbangkan masa pengabdian para honorer K2 kepada negara selama bertahun-tahun. Titi mengatakan bahwa dari segi aturan, kans mengakomodasi honorer yang berusia di atas 35 tahun dalam pengadaan CPNS sangat dimungkinkan.

Apalagi, ada putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan bahwa honorer berusia di atas 35 tahun boleh mengikuti CPNS. ’’Kami inginnya putusan MA itu dilaksanakan,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Mudzakir mengatakan bahwa pemerintah masih mempertimbangkan berbagai masukan.

’’Semua terkait pengadaan CPNS masih dalam persiapan atau pembahasan,’’ ujarnya saat dikonfirmasi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menuturkan, guru honorer K2 berjumlah 157.210 orang. Dari angka tersebut, 6.541 orang di antaranya lulus seleksi kompetensi dasar (SKD) pada tes CPNS 2018.

Muhadjir mempersilakan guru honorer yang memenuhi persyaratan untuk berkompetisi pada tes CPNS 2019. Yang berusia di atas 35 tahun bisa mengikuti jalur PPPK.

’’Istilah kami bukan guru honorer, tapi guru pengganti. Saat ini kami membutuhkan sekitar 900.133 guru PNS. Bisa diupayakan jumlahnya kurang dari itu. Caranya, mewajibkan satu guru mengajar dua mata pelajaran,’’ terangnya.

Sumber: JPNN.COM

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...