Lebaran 2019 Diapresiasi: Mudik Lancar, Harga Terkendali

Foto: Suasana Tol Sumatera saat arus mudik (ANTARA)


Beritacas.com - Lebaran 2019, selain diwarnai mudik nyaman dan lancar, juga harga-harga kebutuhan pokok relatif terkendali. Negara nyata hadir melayani warganya.

Negara hadir untuk mewujudkan Lebaran yang menyenangkan. Lebaran yang selalu identik dengan kemacetan mudik dan harga membubung tinggi tinggal menjadi catatan sejarah.

Jalan Tol Trans-Jawa berperan besar dalam meniadakan kemacetan arus mudik. Jalur bebas hambatan membuat arus kendaraan bisa bergerak lebih cepat dan nyaman.

Sepanjang 1.468 kilometer jalan tol dibuka untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2019. Tol Trans-Jawa yang membentang mulai Jakarta hingga Surabaya memiliki panjang 201 kilometer.

Tak hanya Pulau Jawa. Masih ada wilayah lain di Indonesia yang punya ruas tol baru seperti tol Trans-Sumatra yang mencapai 503 km, dengan rincian sepanjang 225 km dibuka fungsional dan 278 kilometer sisanya telah berstatus operasional.

Pemudik pada umumnya memilih jalur darat dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Jumlah pemudik menggunakan motor pun menurun drastis yang berdampak pada menurunnya angka kecelakaan. Fantastis, angka kecelakaan mampu diturunkan menjadi 60%.

Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas pada Operasi Ketupat 2019, sejak H-7 sampai H-3 Lebaran, telah terjadi sebanyak 284 kecelakaan. Jumlah ini turun 60% jika dibandingkan dengan tahun lalu, yakni sebanyak 703 kejadian. Jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 61 jiwa, turun 59% dari periode yang sama tahun lalu sebesar 148 jiwa.

Harus jujur diakui bahwa penurunan angka kecelakaan arus mudik ialah hasil upaya seluruh pihak menyiapkan infrastruktur dan sistem lalu lintas yang baik. Patut diapresiasi kesiapan Korlantas Polri dalam melancarkan arus lalu lintas pemudik.

Apresiasi juga diberikan kepada seluruh pemudik yang mematuhi seluruh peraturan lalu lintas. Ada kesadaran yang tinggi untuk tiba dengan selamat di tempat tujuan.

Meskipun mudik berjalan lancar, baik, dan aman, hal itu baru separuh pekerjaan sebab masih ada arus balik yang mestinya juga terlewati dengan baik. Pemerintah tidak boleh lengah dengan kesuksesan mudik dan lalai dengan arus balik.

Akan tetapi, di tengah lancarnya arus mudik di darat dan di laut, persoalan mahalnya tiket pesawat terbang patut menjadi evaluasi bagi pemerintah. Meskipun secara regulasi tidak ada yang melanggar batas tarif, keluhan publik terekam dalam perbincangan di media sosial.

Catatan terkait dengan mudik tentu tidak mengurangi apresiasi kepada pemerintah yang sudah sekuat tenaga mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok. Kementerian Perdagangan terus merealisasikan komitmennya mengawal stabilitas harga dan pasokan bahan pokok.

Secara umum pemerintah berhasil mengendalikan harga daging sapi, telur, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. Meski harga beberapa kebutuhan lainnya mengalami penaikan, kenaikan itu masih dalam batas yang wajar.

Lebaran datang setiap tahun, tapi masalahnya tetap sama, yaitu terkait dengan kemacetan luar biasa saat mudik dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Pemimpin negeri ini silih berganti, tapi baru kali ini Lebaran disambut dengan penuh kegembiraan.

Disambut penuh kegembiraan karena mudik bisa berjalan lancar setelah lima tahun terakhir pemerintah gencar membangun infrastruktur. Kata kuncinya ialah pemerintah konsisten membangun infrastruktur kendati tidak sedikit orang yang nyinyir. Termasuk konsistensi memenuhi kebutuhan pokok dan mengendalikan harganya dalam rentang kemampuan daya beli masyarakat.

Sumber: Media Indonesia

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...