Kecelakaan di Malam Takbiran, Anies: Supir Yang Bertanggung Jawab

Malam takbiran di Jakarta | Istimewa


Beritacas.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menegaskan tidak boleh lagi bus atau angkutan umum membawa orang di atap kendaraan dalam kegiatan apa pun.

Hal itu ditegaskan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Bahkan ia akan menyiapkan aturan yang berisi sanksi tegas bagi sopir bus yang membiarkan penumpang berdiri di atap bus yang dikemudikannya.

“Nanti dibikin aturan khusus. Aturannya nanti apakah harus pakai Pergub atau perda. Nanti kita atur,” kata Anies Baswedan, Jumat (7/6/2019).

Menurutnya, kejadian sejumlah anak-anak menaiki atap bus Transjabodetabek yang terjepit di bawah underpass Tanah Abang pada malam takbiran, Selasa (4/6/2019), tidak boleh terjadi lagi.

Dan pihak yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini, menurut Anies Baswedan adalah sopir bus. Karena dia adalah penanggung jawab kendaraan saat beroperasi.

“Makanya kita buat aturan supaya sopir-sopir bertanggung jawab tidak boleh lagi membawa orang di atas. Karena itu tidak boleh. Harus ada sanksi bagi sopir yang membiarkan atapnya untuk duduk atau berdiri bagi penumpang. Harus ada aturan yang memberikan sanksi kepada penanggung jawab kendaraan. Dan penanggung jawab kendaraan adalah sopir,” terang Anies Baswedan.

Ditegaskannya, aturan ini tidak hanya berlaku saat malam takbiran saja, tapi berlaku seterusnya. Karena ia sering melihat kalau ada acara-acara perayaan atau lainnya, masih banyak terlihat warga berdiri di atap bus.

“Ini aturan seterusnya kita berlakukan, tidak hanya di Lebaran saja. Kan kita kadang-kadang lihat sering ada acara-acara, (orang banyak) pada di atas. Berisiko sekali. Kalau sudah ada aturan, tidak ada hanya untuk event tertentu. Pasti untuk semuanya,” tegas Anies Baswedan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko menyayangkan transportasi publik disalahgunakan. Seperti kejadian warga naik ke atap bus TransJabodetabek. Mereka terjepit di antara atap bus dan underpass.

Terkait kasus tersebut, Sigit menegaskan sedang melakukan pemeriksaan. Menurutnya, pihak yang harus bertanggung jawab, bukan hanya sopir, tetapi juga operator bus itu.

“Saat ini sedang diinvestigasi oleh Bidang Dalops. Tidak hanya sopir tapi juga operator akan diminta pertanggungjawabannya,” kata Sigit Widjatmoko.

Sanksi diberikan untuk memberikan contoh kepada sopir bus yang lain agar tidak melakukan hal yang sama. Apalagi, bus Transjabodetabek merupakan transportasi publik berbasis bus rapid transit (BRT) yang sudah memiliki standar pelayanan minimal (SPM).

"Pasti dikenakan sanksi. Terlebih mobil TransJabodebek adalah angkutan umum yang berbasis SPM," jelas Sigit.

Sumber: Beritasatu

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...