Demokrat Puji Megawati Soekarnoputri Yang Hadir Dipemakaman Ibu Ani Yudhoyono

Megawati dan SBY salaman pada acara pemakaman Ibu Ani Yudhoyono di TMP Kalibata | Istimewa


Beritacas.com - Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan kehadiran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat pemakaman Ani Yudhoyono menguatkan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).  Megawati hadir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata bersama anaknya yang juga Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani dan sejumlah kader PDIP.

"Kedatangan beliau ini selain menyejukkan juga tentunya yang paling utama ikut menguatkan Pak SBY dan keluarga yang sedang berduka," kata Jansen lewat keterangan tertulis, Senin (3/6).

Jansen menyebut kehadiran Megawati dalam pemakaman almarhumah Ani Yudhoyono sekaligus menepis pandangan masyarakat yang selama ini menyoroti renggangnya hubungan dengan SBY. Ia berharap kedatangan Megawati menjadi lembaran baru hubungan yang lebih akrab dengan SBY.

"Semoga inilah jawaban terhadap harapan almarhum Pak Taufiq Kiemas yang ketika hidup terus berusaha membantu agar hubungan Pak SBY dan Bu Megawati kembali membaik," ujarnya.

Menurut Jansen, komunikasi yang baik antara para pemimpin perlu dilakukan dan bisa terjalin ke depannya. Terlebih, kata dia, Megawati dan SBY sama-sama pernah menjabat sebagai presiden RI. Sejuknya hubungan antara mantan presiden diharapkan bisa mengalir ke tengah masyarakat.

"Sekali lagi kami atas nama Partai Demokrat mengucapkan terima kasih atas kedatangan Ibu Mega beserta banyak pengurus dan kader PDI Perjuangan dalam pemakaman Ibu Ani kemarin," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief mengaku tak terkejut dengan kehadiran Megawati dalam prosesi pemakaman Ani Yudhoyono. Andi menyebut selama ini hubungan Megawati dengan SBY baik-baik saja.

"Selama ini komunikasi baik langsung maupun tak langsung dilakukan," kata Andi.

Andi mengatakan pertemuan Megawati dan SBY di pemakaman Ani Yudhoyono merupakan momentum untuk merajut kembali hubungan baru dalam politik. Ia menyadari sejak Pilpres 2004 sampai 2014, Demokrat dan PDIP selalu berbeda posisi.

Menurut Andi, tak menutup kemungkinan Demokrat akan bersama-sama dengan PDIP setelah Pilpres 2019 ini.

"Ada setitik sinar di Kalibata yang bagus buat bangsa, buat semua," ujarnya.

Sumber: CNN Indonesia

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...