Bencana Partai Gerinda Jika Bergabung di Koalisi Jokowi

Prabowo dan Gerinda akan ditinggalkan jika bergabung di Koalisi Jokowi | Istimewa

Beritacas.com - Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan, Partai Gerindra bakal ditinggalkan oleh para pendukungnya jika memilih bergabung dengan koalisi partai politik pendukung Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin. Menurut Ray, Gerindra bisa kehilangan suara pada Pemilu 2024 jika tidak konsisten dengan sikapnya sekarang ini.

"Partai Gerindra bakal rugi jika bergabung dengan koalisi pemerintahan. Dia bakal kehilangan pendukung fanatiknya jika menyeberang," ujar Ray Rangkuti dalam diskusi di kantor Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Jakarta, Jumat (28/6/2019).

Partai Gerindra, kata Ray, sebaiknya menjaga tradisi demokrasi dengan tetap menjadi oposisi yang kritis dan konstruktif. Keberadaan Partai Gerindra, menurut dia, menjadi penyeimbang dan kontrol jalannya kekuasaan yang dinahkodai Jokowi lima tahun mendatang.

"Jadi, tidak harus masuk ke koalisi untuk mendapatkan kekuasaan, tetapi tetap mengontrol agar kekuasaan tidak menyimpang dan memberikan kritik-kritik yang membangun bangsa," tandas dia.

Ray mengimbau agar Gerindra tidak perlu lagi tergoda oleh isu masuk koalisi. Yang terpenting, kata dia, Gerindra harus segera menata dan membangun internal Gerindra yang lebih baik.

"Salah satunya soal regenerasi kepemimpinan di Partai Gerindra. Tidak mungkin mereka akan bergantung pada figur Prabowo terus nanti. Mereka harus segera menyiapkan figur pengganti Prabowo yang mempunyai daya tarik elektoral sehingga bisa ikut kompetisi di Pemilu 2024," ungkap dia.

Menurut Ray, Prabowo kemungkinan tidak laku lagi di Pemilu 2024. Bahkan, kata dia, kemampuan Prabowo mengelolah partai mungkin sudah menurun dan bisa menimbulkan gejolak di internal.

"Jangan sampai terlambat untuk memunculkan figur-figur yang bisa melanjutkan kepemimpinan Prabowo. Di partai-partai lain sudah muncul figur-figur muda yang bisa melanjutkan kepemimpinan ketum partai, seperti ada AHY, Puan Maharani, Zulfikli Hasan," ujar dia.

Sumber: Beritasatu

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...