TKN Anggap Rekomendasi Ijtimak Ulama Zalimi Jokowi

Adian Napitupulu memberi salam hormat kepada Presiden Jokowi| Istimewa


Beritacas.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merespons rekomendasi Ijtimak Ulama III agar KPU dan Bawaslu mendiskualifikasi capres Jokowi pada Pemilu 2019.

Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding mengatakan keputusan tidak boleh dibuat berdasarkan asumsi dan kepentingan pribadi atau kelompok.

"Dalam hukum dan prinsip beragama, tidak boleh mengeluarkan keputusan yang zalim, yang didasarkan bukan pada fakta-fakta, tapi pada asumsi. Apalagi itu untuk kepentingan pribadi atau kelompok," ujar Karding dalam pesan singkat, Kamis (2/5).

Karding menuturkan ulama yang hadir dalam ijtimak di bawah tanggung jawab Yusuf Martak tersebut bukan ulama yang sebenarnya. Sebab, ia melihat ulama dalam ijtimak tersebut tidak mengikuti prinsip ulama yang sebenarnya.

Contoh prinsip yang tidak diikuti oleh para ulama dalam ijtimak tersebut, yakni jujur dalam mengambil keputusan. Kedua, ia berkata merujuk kaidah-kaidah fiqih.

"Ketiga, berdasarkan kepentingan dan keutuhan persatuan Indonesia," ujarnya.

Ia berkata ulama yang benar adalah yang mendasarkan diri pada aturan hukum positif yang ada. Menurut Karding para ulama seharusnya menjaga marwah ulama tersebut.

Selanjutnya, ia berkata ulama juga semestinya percaya dengan penyelenggara negara. Terlebih penyelenggara pemilu dipilih oleh partai-partai parlemen,termasuk partai pendukung Prabowo.

"Di mana yang mereka dukung, partai-partai di 02 juga ikut menyusun Undang-Undang, menentukan (komisioner) KPU dan Bawaslu, serta punya saksi pilpres maupun partai di daerah," ujar Karding.

Lebih dari itu, ia menegaskan Ijtimak Ulama yang dilaksanakan di Hotel Lor In, Sentul, Rabu (1/5) tidak mencerminkan kepentingan ulama. Ia melihat ijtimak ulama tersebut palsu.

Para ulama tersebut dinilai tak lebih dari gerombolan-gerombolan politik yang memiliki kepentingan politik yang memang berbeda dengan 01.

CNN  Indonesia

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...