Belasan Warga Serang Gudang Logistik KPU Nias Selatan

Belasan warga serang Gudang Logistik KPU Nias Selatan | Istimewa


Beritacas.com - Belasan warga yang diduga simpatisan salah satu caleg di Nias Selatan menyerang Gudang Logistik KPU Nias Selatan dengan brutal, Kamis (16/5/2019). Atas kejadian ini, dua orang petugas keamanan mengalami luka, dan 10 orang warga diamankan oleh pihak kepolisian.

Menurut Polres Nias Selatan melalui Humas, Brigadir Dian Octo Tobing, warga yang menyerang gudang logistik KPU Nias Selatan berasal dari Kecamatan Toma (Kecamatan Asal Bupati Nias Selatan saat ini) dan hendak melakukan pembakaran Gudang Logistik KPU.

“Aksi masyarakat Toma yang melakukan kericuhan dan hendak melakukan pembakaran Gudang Logistik KPU di Jalan Sudirman, Kelurahan Pasar Teluk Dalam, sudah kami bubarkan paksa dan berhasil amankan sekitar 10 orang”, jelas Octo, seperti dikutip dari wartanias.com.

Selain membawa parang dan tombak, warga juga membawa bom molotov | Istimewa

Aksi masyarakat Toma tersebut ternyata tidak memiliki izin serta sangat meresahkan masyarakat disekitar lokasi kejadian. Akibatnya 2 orang anggota kepolisian mengalami luka-luka.

"Satu orang anggota Polres Nisel luka dibagian kepala akibat lemparan batu dan beberapa orang tadi sempat melakukan perlawanan dengan parang namun bisa dihindari oleh polisi”, lanjutnya.

Lihat juga:
Video 1: Penyerangan Gudang Logistik KPU Nias Selatan

Dari penangkapan para pelaku, polisi mengamankan 5 bilah senjata tajam, 5 buah bom Molotov, 3 tombak Nias dan 1 buah mobil pickup yang bermuatan sound system.
"Dari peserta aksi kita mengamankan 5 senjata tajam, 5 bom molotov, 3 tombak serta mobil pick up yang bermuatan soudspeaker besar untuk memprovokasi dan meresahkan masyarakat", lanjutnya.

Aksi Warga Toma saat memblokir jalan lintas Teluk Dalam - Gunungsitoli sebagai bentuk protes atas rekomendasi Bawaslu Kabupaten Nias Selatan perihal PSU di Kecamatan Toma | Istimewa

Sebelumnya, ratusan warga Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara memblokir jalan lintas Teluk Dalam – Gunungsitoli, tepatnya di Jembatan Hilisataro Raya. Masalah ini dipicu oleh keputusan Bawaslu Provinsi Sumatera Utara yang memberikan rekomendasi kepada KPU Nias Selatan untuk melakukan perhitungan surat suara ulang (PSU) untuk surat suara Kabupaten dan Provinsi di Kecamatan Toma.

Warga membakar ban bekas dan sampah di atas jembatan Hilisataro Raya | Istimewa

Atas keputusan tersebut, masyarakat Toma menolak keras dan menuntut keadialan dengan alasan kenapa hanya kecamatan Toma yang harus PSU di kecamatan yang lain dengan dapil (Red: Dapil V) yang sama tidak ada PSU. Mereka menuduh Bawaslu melakukan tebang pilih dalam memberikan rekomendasi PSU.

Namun hal ini telah dibantah oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Nias Selatan, Pilipus F Sarumaha. Menurutnya Bawaslu telah melakukan pengawasan dan tidak hanya memberikan rekomendasi PSU di Kecamatan Toma, tetapi sudah memberikan terlebih dahulu di Kecamatan Hibala, Simuk, Susua, Ulunoyo dan Mazino.

“Rekomendasi perhitungan surat suara ulang bukan hanya di Kecamatan Toma, hal yang sama juga pernah kami lakukan di beberapa keamatan seperti Kecamatan Hibala, Susua, Simuk, Ulunoyo dan juga di salah satu TPS di Kecamatan Mazino sudah kita rekomendasikan untuk PSU”, ungkap Pilipus F Saruma, Rabu(15/5/2019).

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...