Pak Jokowi, Kenapa Penindasan Kepada Kaum Minoritas Semakin Gila?

Ilustrasi | Istimewa


Beritacas.com - Yang terhormat, Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), saya adalah penggemar anda selama ini. Sejak Bapak menjadi Gubernur DKI Jakarta, saya selalu mendukung Bapak. Saya sangat salut dan bangga ternyata masih ada pejabat yang peduli akan nasib rakyatnya.

Tahun 2014, tahun dimana Bapak mencalonkan diri menjadi Calon Presiden Republik Indonesia. Lagi dan lagi, saya mendukung total perjuangan Bapak. Sampai-sampai saat itu saya selalu beda pendapat dengan teman-teman. Yang penting Bapak Menang !!!.

Saat, ini Tahun 2018, saya masih setia menjadi pendukung Bapak. Bahkan di laman facebook pribadi saya, berita yang selalu muncul adalah berita tentang kebaikan Bapak selama memimpin negeri tercinta ini.

Tapi, ada satu permohonan saya, izinkan lah saya mengkritik Bapak sedikit saja.

Tanggungjawab Bapak sebagai Presiden Republik Indonesia terhadap kaum minoritas, dimana?

Sejak kasus mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias AHOK, Bapak semakin berat sebelah dalam memimpin negeri ini.

Apa Bapak tahu, bahwa di Republik Indonesia ini terdiri dari beberapa agama yang semuanya membutuhkan kepemimpinan Bapak sebagai Ayah dalam satu keluarga?

Kasus penyegelan Gereja secara paksa di Jambi, yaitu, GMI Kanaan Jambi, GSJA, dan HKI, semuanya berlokasi di Simpang Rimbo, Jambi, dan tanpa disertai surat segel dari pemerintah kota Jambi.

"Sejak Kamis (27/9) disegel sampai hari ini, Jumat (28/9), kami tidak pernah menerima surat penyegelan, tiba-tiba mereka datang menutup gereja," kata pendeta gereja HKI, Paradon Pasaribu. seperti dikutip dari BBC Indonesia, Rabu (17/10/2017).

Bapak Jokowi dimana? Bapak Presiden tahu, kalau rakyat Bapak dari kalangan Kristen merasa di anak tirikan? Ah….Bapak pura-pura tidak mendengar…..

Padahal Bapak pernah dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada tempat bagi Intoleransi di Indonesia. Bapak juga menyampaikan bahwa Negara menjamin kebebasan beragama bagi masyarakatnya mulai dari memilih, memeluk, serta menjalankan acara atau ibadah keagamaannya.

Jangan-jangan Bapak lupa, karena sibuk dengan Games of Thrones?

Ini saya kutip dari CNN Indonesia: Jokowi: Tak Ada Tempat Bagi Intoleransi di Indonesia

Presiden Joko Widodo menyatakan, Indonesia menutup ruang bagi oknum atau pihak yang tidak bisa hidup dalam kemajemukan masyarakat.

Hal itu disampaikan Jokowi merespons maraknya penyerangan terhadap pemuka agama dalam beberapa waktu terakhir.

"Tidak ada tempat bagi mereka yang tidak mampu bertoleransi di negara kita apalagi dengan kekerasan," ujar Jokowi di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (12/2).


Lihat juga:Tokoh Lintas Agama Minta Polisi Usut Motif Penyerangan Gereja

Jokowi menegaskan, konstitusi mengatur Indonesia menjamin kebebasan beragama bagi masyarakatnya mulai dari memilih, memeluk, serta menjalankan acara atau ibadah keagamaannya.

Tetapi, Jokowi menilai, kejadian seperti yang terjadi belakang ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Banyak negara juga menjadi korban akibat keterbukaan informasi.

"Kalau dilihat, semua negara mengalami. Tapi kami tidak memberikan tempat kepada orang penyebar intoleransi," Jokowi menegaskan.

Ia menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menindak tegas pelaku intoleransi bahkan yang menggunakan kekerasan.

Oh iya Pak….saya tidak terlalu pandai merangkai kata-kata dalam menulis surat ini, tapi saya coba cari di bapak google, bahwa kasus penutupan gereja di Indonesia udah sangat memprihatinkan.


Mengakhiri tulisan saya ini, saya mau bertanya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak ada dimana ketika Gereja di rusak?

Salam dari saya, fans berat Bapak Jokowi.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...