Peras Kepala Desa, Oknum Ketua LSM Ditangkap




Beritacas.com - Menurut Budi, aksi pemerasan berawal pada awal Agustus lalu. Saat itu korban ditelepon oleh pelaku yang mengaku dari LSM Barata dan minta bertemu untuk membicarakan temuan adanya penyalahgunaan Dana Desa tahun 2017. Kusairi mengaku sebagai Ketua LSM Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Barata.

Dalam pertemuan tersebut, pelaku meminta uang Rp. 3 juta sebagai jasa pengamanan kasus. Korban pun menurut dan memberikan uang dengan cara dicicil, masing-masing Rp. 1 juta pada 7 Agustus dan Rp. 2 juta seminggu kemudian.

Dengan uang tersebut korban berharap tak diganggu lagi. Namun pada 24 September 2018 korban mendapatkan surat dari LSM lain yang intinya memberi tahu korban telah dilaporkan ke Polda Jatim atas kasus yang sama, yakni penyalahgunaan dana desa 2017.

"Korban merasa dibohongi oleh tersangka Kusairi ini. Ia pun minta pertanggungjawaban," terang Budi.

Kondisi tersebut dimanfaatkan tersangka untuk mengeruk uang korban. Tersangka kembali mengatakan sanggup menolong korban asalkan bisa menyediakan uang Rp. 50 juta untuk biaya pencabutan perkara di Polda dan "mengamankan" pihak LSM yang melaporkannya.

"Korban tidak punya uang sebesar itu, tersangka menurunkan permintaan. Akhirnya disepakati Rp. 15 juta, dengan cara dicicil," jelas Budi.

Saat itu korban sudah curiga dan merasa diperas sehingga melapor ke polisi. Saat ia menyerahkan uang Rp 7 juta di rumah makan, polisi membekuk tersangka.

"Modus tersangka ini cerdik, memakai dua nama LSM agar korban yakin," ungkap Budi.

Atas perbuatannya Kusairi dijerat pasal Pasal 368 KUHP subsider Pasal 369 KUHP, tentang pemerasan. Dalam penangkapan ini polisi menyita uang Rp 7 juta, handphone, mobil tersangka, ID card LSM dan sejumah surat.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...