Polisi: KM Sinar Bangun Tidak Sesuai Prosedur

Korban Tenggelam KM Sinar Bangun yang Berhasil di Evakuasi | Istimewa


Beritacas.com - Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja menegaskan bahwa saat kecelakaan, kapal mengangkut penumpang secara tidak semestinya.

"Kapal tidak ada manifesnya, jadi jumlah masih didata di posko KM Sinar Bangun," katanya kepada pers, Selasa (19/6).

Kapal Motor 'Sinar Bangun' tenggelam setelah mengalami kecelakaan sekitar dua kilometer setelah meninggalkan pelabuhan Tiga Ras, Danau Toba pada pukul 17.20 WIB, Senin (18/06).

Kecelakaan diduga terjadi karena angin kencang dan ombak besar akibat cuaca buruk.

Menurut pihak berwenang, kecelakaan terjadi ketika kapal penumpang KM Sinar Bangun itu sedang berlayar dari pelabuhan di Kabupatan Simalungun menuju Simanindo, Kabupaten Samosir dengan jumlah penumpang diperkirakan antara 80-100 orang.

Usaha pencarian terus dilakukan selama beberapa hari ke depan, tetapi pemerintah mengakui menghadapi sejumlah masalah.

Pencarian Senin malam, misalnya, sempat dihentikan.

"Hambatan yang dihadapi itu kan cuaca agak ekstrem, angin kencang, ombak, terus itu cuaca itu kan gelap. Jadi kita di sini di lokasi kejadian menggunakan sarana lampu, lampu penerangan untuk melakukan pencarian," kata Mahler Tamba Ketua BPBD Samosir, dari lokasi pencarian, Senin malam itu.

Keterangan saksi mata yang dihimpun regu penyelamat menyebutkan bahwa angin dan ombak sangat besar sehingga kapal oleng, sementara kapal penuh dengan penumpang dan barang.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...