Wapres JK Bungkam Gerinda Soal Presiden Jokowi Harus ke Myanmar

Wapres Jusuf Kalla | Istimewa


Beritacas.com - Partai Gerindra mendorong Presiden Joko Widodo berkunjung ke Myanmar terkait krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut bisa Jokowi saja datang tetapi yang terpenting adalah proses pengiriman bantuan.

"Datang sih bisa. Tapi sebagai negara yang bersangkutan belum tentu memberikan izin, walaupun dalam pidatonya Aung Saan Su Kyi kemarin itu dia membuka 'welcome'," kata JK disela-sela kunjungannya di forum PBB, New York, Amerika Serikat (AS), Kamis (21/9/2019).

"Jadi kita lihat nanti perkembangannya, yang paling penting pertama dulu, orang bebas mengirim bantuan," sambungnya.

 Menurut JK, selain permintaan terbukanya akses bantuan masuk juga seruan agar militer Myanmar berhenti membakar rumah. Berdasarkan pengalaman di Ambon, Poso, dan Aceh, masalah logistik adalah pokok utama yang harus dilaksanakan.

"Kalau kita bicara dulu tapi ini tidak dijalankan, ya sama saja orang bisa meninggal banyak karena kelaparan atau sakit," ucapnya.

Karena itu, Indonesia meminta Myanmar untuk membuka akses bantuan dari seluruh dunia.

"Jadi banyak negara di dunia menawarkan tapi tidak mau diterima. Itu dulu dalam (formula) 4+1 memberikan akses," ujarnya.

Sebelumnya, politikus Partai Gerindra Ahmad Riza Patria berharap Presiden Jokowi dapat hadir langsung ke Myanmar untuk membantu krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya.

"Mungkin ada baiknya Pak Jokowi datang ke Rohingya, jangan kirim Menlu, lain, jangan kirim Wapres (JK) ke OKI, beda, harus Presiden. Pak Harto aja berani ke medan perang loh, kalau ke Myanmar tuh bukan medan perang itu, bukan pertempuran itu, itu pembasmian, datang," tegas Riza, Senin (18/9). [detik.com]

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...