Bungkam Kritikan Fadli Zon, Ketum Projo Budi Arie Setiadi Beberkan Hal Ini

Ketum Projo Budi Arie Setiadi memamerkan Lukisan Jokowi di Rakernas Projo | Istimewa


Beritacas.com - Ketua Umum Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi menjawab kritikan Wakil Ketua DPR Fadli Zon terhadap hadirnya Presiden Jokowi pada Rakernas III Projo di Sport Mall, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (4/9/2018) yang lalu.

Fadli Zon mengatakan bahwa seharusnya seorang presiden yang sedang menjabat tidak boleh membicarakan tentang jabatannya di masa berikutnya.

"Memang agak unik ya. Biasanya saya nggak lihat Presiden yang sedang menjabat membicarakan tentang jabatannya di masa berikutnya. Saya kira baru sekarang. Bahkan bukan hanya di 2017 saja, di 2016 pun bahkan 2015 sudah begitu," ujar Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Menjawab kritikan Fadli Zon tersebut, Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi  mengatakan bahwa sudah jelas sekali jika Presiden Jokowi tidak mau memikirkan kampanye tapi tetap fokus untuk kerja, kerja, dan kerja.

"Lah Presiden Jokowi kan sudah menegaskan dalam pidatonya, urusan Presiden itu hanya kerja, kerja dan kerja. Bahkan beliau juga telah meminta kepada para menterinya untuk serius bekerja dan bekerja menuntaskan program-program kerja yang sudah dicanangkan," kata Budi kepada wartawan, Selasa (5/9/2017).

"Jokowi itu sudah siang malam bekerja sepenuh hati untuk rakyat. Beliau itu terus bekerja dan melakukan perubahan tanpa lelah. Sebagai Presiden, Jokowi sudah mengeksekusi tugasnya dengan baik," imbuhnya.

Menurut Budi, tak ada yang salah dengan pernyataan Jokowi di acara Rakernas III Projo. Jokowi adalah Ketua Dewan Pembina Projo. Jadi, pesan-pesan yang disampaikan Jokowi untuk ormas berlambang siluet wajah Jokowi, dinilai wajar oleh Budi.


"Aspirasi agar Jokowi memimpin kembali hingga 2024 adalah keinginan dari rakyat yang menghendaki perubahan yang sudah terjadi harus terus dilanjutkan. PROJO berharap Pemerintahan Jokowi berhasil karena bisa jadi role model dan inspirasi lahirnya kepempinan baru berikutnya. Kepemimpinan yang serius mengabadikan dirinya hanya untuk Negeri dan hanya untuk rakyat," pungkas Budi. 

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...