Tegas! Presiden Jokowi Mati Penambang Emas Ilegal

Presiden Joko Widodo | Istimewa


Beritacas.com - Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Yoppye Onesimus Wayangkau mengaku tidak segan akan mengambil tindakan tegas terhadap para penambang emas secara liar yang kembali marak di wilayah Manokwari.

"Saya sudah ancam mereka. Kalau ada lagi yang naik ke  Wasirapi (lokasi penambangan emas) saya akan tembak di tempat,’’ujar Pangdam ketika berbicara pada acara Fasilitasi Penyelesaian Batas Daerah Kabupaten se-Provinsi Papua Barat, di Aston Niu Hotel Manokwari, Selasa (1/8).

Onesimus mengatakan, penambangan liar di Wasirapi ini pernah digerebek jajaran TNI dan Polri belum lama ini. Ketika itu di lokasi itu terdapat ribuan penambang yang umumnya berasal dari luar Papua. Namun kini, berselang satu bulan, penambangan liar kembali marak.

Penambangan illegal lanjut Pangdam harus ditindak tegas karena dapat merugikan negara baik dari sisi ekonomi maupun kerusakan lingkungan. Penggunaan bahan kimia mercury sangat berdampak besar pada lingkungan sekitar.

Selama sebulan ini, sudah sekitar 700-an penambang liar yang diperintahkan meninggalkan lokasi. ‘’Tahap sebelumnya,kami dengan Polda sudah turunkan hampir 1.000 orang. Satu bulan kemudian mereka naik lagi,’’ujarnya sebagimana dilansir dari Radar Sorong (Jawa Pos Group).

Presiden telah memerintahkan langung Panglima TNI yang dilanjutkan pada semua Pangkotama, untuk melarang semua aktivitas pertambangan yang menggunakan mercury tanpa izin.

"Itu perintah presiden langsung dua minggu lalu. Presiden itu panglima tertinggi angkatan bersenjata, sehingga saya tak ragu-ragu untuk itu (bertindak tegas terhadap penambang liar). Jadi semua harus izin sesuai aturan. Kalau tidak ada izin saya akan ambil tindakan tegas,’’ tutur Wayangkau.

TNI dan Polri sudah melakukan operasi penertiban penambang liar. ‘’Tetapi yang namanya mencuri memang banyak akalnya. Kalau pilih di sini,maka akan lewat ke tempat lain,’’ tandasnya.

Pada penambang liar sudah dua kali diingkatkan agar tak lagi melakukan aktivitas. Pangdam menegaskan, tindakan tegas akan diambil bila aktivitas illegal ini dilakukan ketiga kalinya.

Satu dua kali saja kita kasi peringatan. Ketiga kalinya saya ambail tindakan. Ini merugikan negara,membuat kerusakan lingkungan. Kita akan menyesal sekian tahun ke depan,’’ ujarnya.

Wayangkau memberi contoh nyata kondisi Pulau Buru sekarang yang tandus akibat penambangan emas liar menggunakan bahan mercury. ‘’Pulau Buru sekarang sudah tandus karena penggunaan mercury yang berlebihan dalam pencarian emas. Tentara dan polisi dikerahkan untuk menghentikan mereka,’’ imbuhnya.

Para kepala suku pemilik hak ulayat lokasi tambang emas diminta tak sembarangan mengizinkan orang melakukan aktivitas penambangan. Tak hanya berpikiran untuk kepentingan sesaat, tetapi untuk masa depan.

‘’Para kepala suku jangan izinkan lagi orang (penambang liar) naik. Kalau naik lagi, maka saya tangkap dan kepala suku juga saya tangkap karena ini sudah ketiga kalinya. Kata lagu jangan sampai tiga kali, cukup dua kali saja,’’ujar Pangdam disambut tawa hadirin.







jawapos.com

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...