Menilik Warisan Bapak Bangsa Indonesia, Soekarno

Sang Proklamator. Sang Orator. Sang Putra Fajar. Sang Penyambung Lidah Rakyat. Dialah Bapak kita. Bapak bangsa Indonesia. 

Berbagai julukan besar diberikan kepada sosok yang telah berhasil membebaskan bangsa ini dari belenggu kolonialisme, Koesno Sosrodihardjo, yang kemudian dikenal dengan nama Sukarno. Presiden pertama  Republik Indonesia yang berdarah Jawa-Bali ini dilahirkan di Surabaya, 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.

Kontribusi dan dedikasi Bung Karno yang tak terhingga demi kemerdekaan Republik Indonesia ini membuat namanya hingga kini melekat di hati bangsa Indonesia. Namun, masyarakat kita saat ini belum banyak mengetahui jejak langkah dan perjalanan Bung Karno baik di tanah air maupun di dunia internasional. Sebagai bentuk apresiasi dan media pembelajaran nilai-nilai keteladanan Bung Karno, Kementerian Sekretariat Negara menggelar Pameran Arsip Sukarno: Besar Bersama Rakyat di Aula Serba Guna Gedung 3 Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta dari tanggal 22-25 Agustus 2017.

Pameran arsip yang merupakan kerjasama Kementerian Sekretariat Negara RI dan Arsip Nasional RI ini telah kedua kalinya diselenggarakan. Dengan mengusung tema Sukarno: Besar Bersama Rakyat, pameran arsip ini diharapkan menjadi sarana untuk mengenang dan meneladani perjuangan Bung Karno. 
"Temanya kali ini adalah tentang proklamator kita, Presiden kita yang pertama, Soekarno, jadi kita ingin menunjukkan bukan hanya kecintaan masyarakat terhadap arsip, bagaimana kita harus melindungi arsip, belajar darinya, dan memanfaatkannya tetapi juga lebih dari itu agar masyarakat belajar tentang Soekarno, pungkas Mensesneg Pratikno.

Menjelajah Riwayat Soekarno dan Rakyat Melalui Arsip


Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah, begitulah yang pernah disampaikan Presiden Soekarno. Figur Soekarno yang flamboyan dan memliki kepercayaan diri yang tinggi menjadikannya sosok istimewa. Seorang tokoh besar dan Bapak bangsa yang tidak hanya dikenal oleh rakyat Indonesia tapi seluruh masyarakat dunia.

Peran asip begitu besar, tidak hanya sebagai dokumentasi sejarah bangsa atau sarana melihat gambaran masa lalu. Tidak hanya itu, arsip merupakan sumber informasi terpercaya dalam penelitian dan sumber rujukan penulisan sejarah. Namun, hingga saat ini belum sepenuhnya mendapatkan apresiasi baik dari masyarakat maupun instansi pemerintah.

"Sampai saat ini arsip belum sepenuhnya mendapatkan apresiasi yg baik di tengah masyarakat bahkan oleh instansi pemerintah sekalipun. Di sisi lain meningkatnya akses terhadap arsip menunjukkan bahwa keberadaan arsip menjadi semakin penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia”, tutur Sekretaris Kemensetneg Setya Utama.

Sebagai instansi pusat, Kemensetneg telah menyelenggarakan layanan informasi kepada masyarakat baik melalui PPID, aplikasi SIM arsip, maupun pameran arsip. Setya menambahkan, Kemensetneg pada tahun lalu telah menyelenggarakan pameran arsip yang dihadiri oleh lebih dari 1000 pengunjung. Melihat animo masyarakat yg begitu tinggi, Kemensetneg berkomitmen untuk menjadikan pameran arsip sebagai agenda tahunan. Sebagai salah satu usaha untuk mempromosikan dan memasyarakatkan arsip.

Berbagai arsip mengenai cerita hidup Bung Karno dipamerkan. Mulai dari foto-foto Bung Karno bersama keluarga, sahabat, rakyat, dan pemimpin dunia; foto-foto saat beliau dilantik sebagai Presiden, diasingkan, berorasi, berkunjung ke daerah, serta beberapa pembangunan di era beliau; film-film perjuangan; buku bacaan Bung Karno; juga beberapa teks lainnya seperti teks proklamasi, daftar riwayat Ir. Soekarno, surat untuk Gubernur Jenderal Hindia Belanda, surat untuk Panglima Besar Jenderal Soedirman; dan masih banyak lagi. Semua itu adalah warisan berharga yang harus kita jaga bersama karena mereka adalah bagian dari peradaban bangsa.

“Karena arsip itu adalah bagian dari kebudayaan, bagian dari peradaban suatu bangsa, termasuk untuk Indonesia. Sehingga tidak bisa kemudian hanya dilihat dari sisi administrasi saja. Oleh karena itu, kami, Alhamdulillah sudah ngobrol-ngobrol. Pak Menteri juga Insya Allah akan memberikan dukungan karena menyelamatkan arsip adalah menyelamatkan peradaban suatu bangsa. jelas Rieke Diah Pitaloka yang hadir sebagai Duta Arsip Nasional. Selain itu, warisan Bung Karno yang dipamerkan tidak hanya dalam bentuk fisik saja. Namun, pameran ini diselenggarakan agar dapat melihat lebih dalam sosok Bapak Bangsa yang cerdas, tegas, nasionalis, dan merakyat.

Cinta Sejati



Meskipun telah diangkat menjadi orang nomor satu di Republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno selalu menyempatkan untuk bertemu dengan Ibunda dan bersimpuh memohon restu dalam mengemban tanggung jawab yang besar untuk Ibu Pertiwi. Di tengah kesibukannya pun beliau selalu menyempatkan diri berkumpul bersama keluarga tercinta, istri, dan anak-anaknya. Kisah Cinta Sejati nan indah itu pun terbingkai dalam foto-foto Sukarno bersama keluarga tercinta.

Aku dan Anak-Anak



Foto-foto yang disuguhkan pada tema ini menunjukan sisi humanis Soekarno sebagai Bapak Proklamator yang memiliki kedekatan dengan anak-anak. Tidak hanya anak-anak Indonesia, anak-anak dari bangsa negara lain pun turut bangga dapat berfoto dengan Sang Proklamator. Ini membuktikan bahwa kharisma dan sisi lembut Soekarno dapat menarik perhatian anak-anak hingga ke penjuru dunia

Aku dan Sahabat



Persahabatan Soekarno dengan beberapa tokoh bangsa mempengaruhi gaya kepemimpinannya. Tema Aku dan Sahabat, menggambarkan bagaimana kedekatan Soekarno dengan H.O.S. Tjokroaminoto, K.H. Agus Salim, Muhammad Hatta, dan Jendral Sudirman. Sebut saja salah satunya, bagaimana Soekarno belajar berpolitik, berorganisasi, menulis media, hingga berpidato dari H.O.S Tjokroaminoto yang dikenangnya sebagai idola dan guru. Selain itu, sosok K.H. Agus Salim yang mengajarkan Soekarno bagaimana strategi berdiplomasi dan memegang teguh anti Imperalisme dan Kolonialisme dan persahabatan sejati antara Soekarno dan Bung Hatta juga menjadi materi arsip yang sarat akan nilai persahabatan. Momen dimana Soekarno memberikan ucapan selamat atas Doktor yang diraih oleh Muhammad Hatta dan dokumentasi tentang surat yang dikirimkan Soekarno untuk Jendral Sudirman serta foto saat Soekarno memeluk Jendral Sudirman pun memperkaya materi arsip bertema "Aku dan Sahabat".

Mencerdaskan Rakyat

Setelah Indonesia merdeka, misi lain Soekarno adalah mencerdaskan bangsa dengan mengajarkan rakyatnya membaca dan menulis. Menurutnya, seorang warga negara tidak akan menyadari hak dan kewajibannya bahkan akan sulit berpolitik tanpa kepandaian membaca dan menulis. Dalam misinya Mencerdaskan Rakyat di sela-sela kesibukannya, Soekarno menyempatkan turun langsung untuk berkampanye akan pentingnya membaca.

Sang Orator

Singa mimbar tanpa tandingan, singa podium, dan the great orator, adalah julukan yang disematkan kepada Soekarno. Kemampuan pidatonya yang tidak biasa, ditambah dengan wawasan yang luas mampu menghipnotis banyak orang. Momen-momen tersebut kemudikan diabadikan dalam foto-foto dan video yang saat ini dipamerkan di Kementerian Sekretariat Negara.

Dunia Mengakui

Soekarno merupakan pemimpin yang tak pernah pilih-pilih dalam berkawan. Dalam tema ini bingkai kedekatan Soekarno dengan pemimpin-pemimpin negara disuguhkan untuk membuktikan bahwa beliau begitu disegani oleh dunia internasional. Bahkan, Soekarno memliki kedekatan yang special dengan Perdana Menteri Rusia Nikita Krushchlev, yang banyak membantu Indonesia dalam persejataan militer. Soekarno juga memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Presiden Tiongkok Mao Zedong, PM India Jawaharlal Nehru, Raja Arab Saudi Raja Saud bin Abdul Aziz, John F. Kennedy, dan Fidel Castro.

Bersama Rakyat

Presiden Joko Widodo memang dikenal masyarakat sebagai presiden yang senang sekali blusukan. Namun, blusukan ternyata juga pernah dilakukan oleh Presiden Soekarno pada masa kepemimpinannya. Momen-momen tersebut diabadikan sebagai bentuk konkret Soekarno sebagai seorang Presiden yang mencintai dan dicintai rakyatnya. (RVS/DO-Humas Kemensetneg)

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...