Mendagri: Ada 5 Ormas Yang Anti Pancasila Menyusul Dibubarkan

Ilustrasi | Istimewa


Beritacas.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo tidak menjamin dalam waktu dekat ini akan membubarkan ormas yang anti terhadap Pancasila.

Ungkap Tjahjo, hal itu perlu pembuktian yang mendalam seperti kegiatan mereka. Pasalnya sebelum membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pemerintah melakukan kajian selama 10 tahun.

"(Pembubaran ormas) tidak dalam waktu dekat ini, tapi sudah dicermati oleh pemerintah," ujar Tjahjo saat ditemui di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/8).

Menurut Tjahjo ormas yang sudah teridentifikasi oleh pemerintah jumlahnya di bawah lima buah adalah ormas kecil. Mereka bukan saja anti terhadap Pancasila, namun juga seringkali menganggu ketertiban masyarakat. "Mereka antara anti-Pancasila, dan anarkis," katanya.

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan setidaknya ada ormas yang diduga memiliki paham anti terhadap Pancasila tersebar di empat atau lima provinsi di Indonesia.

Namun jumlahnya tidak besar masih di bawah lima buah. Namun demikian pemerintah harus juga bergerak dengan cepat.

Saat ini ungkap Tjahjo, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN), Polri dan Kejaksaan Agung mengenai ormas tersebut.

Pasalnya, apabila membubarkan suatu ormas pemerintah harus memiliki bukti kuat seperti kegiatan ormas tersebut apakah bertentangan dengan Pancasila.






jawapos.com

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...