Terkait UU Pemili Yang Baru, SBY: Melukai Rakyat, Prabowo: Menipu Rakyat

Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY dan Prabowo Subianto | Antara

Beritacas.com - Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY dalam pertemuannya dengan ketua umum Partai Gerinda, Prabowo Subianto mengatakan bahwa UU Pemilu yang baru saja disahkan DPR pada 20 Juli 2017 silam telah melukai rakyat.

Pertemuan ini menjadi luar biasa karena kedua petinggi partai politik ini merasa dalam "satu kubu" menyikapi pengesahan Undang-Undang Pemilu pada rapat paripurna DPR pada 20 Juli 2017 lalu.

Menurut SBY, pengesahan UU Pemilu itu merupakan hasil proses politik yang melukai rakyat. Oleh karena itu, SBY menilai perlu komunikasi politik untuk menghindari lagi proses-proses politik yang merugikan rakyat.

"Kalau yang dilakukan negara itu tepat, kita tunduk. Tapi kalau tidak tepat, apalagi melukai rakyat, maka kita kita akan kritisi. Kita tolak secara gamblang, tegas, terang," tutur SBY.

Sedangkan Prabowo sendiri mengatakan bahwa ketentuan ambang batas pemilihan presiden atau presidential threshold sebagai aturan yang mengurangi kualitas demokrasi.

"Presidential threshold adalah lelucon politik yang menipu rakyat Indonesia," ujar Prabowo.
Meski begitu, menurut SBY, pertemuan ini bukan berarti bahwa Partai Demokrat dan Partai Gerindra akan melakukan koalisi saat Pemilu 2019.

Kedua partai akan meningkatkan kerja sama, sebagai bentuk pengawasan terhadap proses politik, terutama yang dilakukan pemerintah jika itu dinilai melukai rakyat Indonesia.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...