Panglima TNI: HMI dan TNI Berjuang Bersama Mempertahankan Ideologi Pancasila

Panglima TNI Jend. Gatot Nurmantyo | Istimewa


Beritacas.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) organisasi kader intelektual muslim yang ikut berjuang saat Agresi Belanda tahun 1947 dan memiliki andil besar pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) demi Pancasila.

“PKI beranggapan dengan membubarkan HMI akan memuluskan usahanya melakukan kudeta dan merubah ideologi negara menjadi Komunis,” ujarnya Gatot saat memberikan ceramah pada acara Halal Bi Halal KAHMI di Aula Sakinah Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/7).

Gatot juga mengungkapkan betapa dekatnya HMI dengan TNI terutama sekitar tahun 1965 dalam mempertahankan ideologi Pancasila. Sehingga PKI sangat membenci dan menuntut pembubaran HMI.

“Bahkan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Ahmad Yani saat itu mengatakan apabila membubarkan HMI, langkahi dulu mayat saya,” ungkap Jenderal Gatot.

Pada kesempatan tersebut, Gatot juga menyampaikan bahwa, sehari sebelum G-30 S PKI dilancarkan pada tanggal 29 September 1965, Ketua PKI DN Aidit di Istora Senayan Jakarta masih menuntut untuk pembubaran HMI.

Dia mengatakan kader Central Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) lebih baik pakai sarung saja kalau tidak bisa membubarkan HMI.

Diketahui, CGMI adalah sebuah organisasi mahasiswa di Indonesia didirikan pada tahun 1956 underbow PKI.

Pada bagian akhir ceramahnya, Panglim TNI mengungkapkan HMI merupakan salah satu komponen generasi muda intelektual yang ikut aktif menjaga ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dan mempertahankan ideologi Pancasila.

“Walaupun Indonesia terdiri atas banyak suku bangsa, agama, bahasa dan ras, namun tetap satu karena ada Pancasila yang selalu dijaga oleh HMI bersama komponen bangsa lainnya,” pungkasnya.







Sumber: jawapos.com

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...