70 Orang Pekerja Asing PT. Freeport Indonesia Sudah Pulang

Istimewa

Beritacas.com - Kepala Seksi Informasi dan Sarana Komunikasi Imigrasi Kelas II Tembagapura, Mochammad Dede Sulaiman mengatakan bahwa sudah 70 orang pekerja asing yang bekerja di PT. Freeport Indonesia sudah pulang ke negara asalnya masing-masing.

Ke-70 orang pekerja asing tersebut, menurut Dede berasal dari empat perusahaan sub kontraktor PT. Freeport Indonesia. Adapun keempat perusahaan sub kontraktor tersebut, yaity PT. JDA sebanyak 5 orang, PT. RUC sebanyak 11 orang, PT. Redpath 52 orang dan PT. Freeport Indonesia sebanyak 23 orang ditambah anggota keluarga masing-masing pekerja sebanyak 52 orang.

"Pekerja asing PT Freeport yang sudah pulang sebanyak 23 orang (ditambah anggota keluarga mereka 52 orang), PT Redpath sebanyak 31 orang, PT RUC sebanyak 11 orang dan PT JDA sebanyak lima orang," jelas Dede seperti dikutipd ari antara.co.id.

Pihak Imigrasi Tembagapura telah meminta PT Freeport Indonesia dan perusahaan-perusahaan sub kontraktornya untuk melaporkan jumlah pengurangan tenaga kerja asing sekaligus mengembalikan dokumen (FO) bagi pekerja asing yang sudah tidak dipekerjakan lagi.

"Kami sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan manajemen PT Freeport dan perusahaan-perusahaan sub kontraktor Freeport untuk melaporkan hal itu," jelasnya.

Dede mengatakan dengan telah dipulangkannya puluhan pekerja asing di Freeport maka jumlah pekerja asing yang berdomisili di Kabupaten Mimika kini semakin berkurang.

Pada awal 2017, jumlah pekerja asing di Mimika sebanyak 712 orang.

Menurut dia, pihak perusahaan sponsor yang menampung para pekerja asing wajib melaporkan ke Kantor Imigrasi jika pekerja asing tersebut diputus kontraknya.

"Kalau kontrak pekerja asing itu diputus maka sponsor harus mengembalikan dokumen sebab tanggung jawab perusahaan sponsor terhadap yang bersangkutan sudah selesai. Kepada yang bersangkutan diberikan waktu selama tujuh hari setelah mengembalikan dokumen ke Kantor Imigrasi untuk segera meninggalkan wilayah Indonesia," kata Dede.

Adapun pekerja asing yang bekerja di PT Freeport Indonesia, katanya, tidak diberhentikan atau Pemutusan Hubungan Kerja/PHK oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

"Mereka cuma dirumahkan saja sekalipun ijin tinggalnya masih ada. Mereka disuruh menunggu. Apabila sudah ada kesepakatan antara pemerintah dengan pihak Freeport, sewaktu-waktu mereka bisa dipanggil kembali. Itu informasi yang kami terima dari PT Freeport," kata Dede.

Kepulangan puluhan pekerja asing di lingkungan PT Freeport tersebut sejak pertengahan Februari dipicu oleh belum tercapainya kesepakatan antara pemerintah dengan pihak Freeport terhadap kelanjutan operasi pertambangan perusahaan asal Amerika Serikat itu di Tembagapura, Timika, Papua.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...