Tulisan Netizen yang Mengingatkan Kita Banjir Jakarta Sebelum Era Jokowi Ahok

Istimwe

Beritacas.com - Sebuah tulisan dari seorang netizen yang mengingatkan kita akan berita-berita banjir Jakarta tiap tahunnya. Netizen yang bernama Nophie Kurniawati tersebut, mempertanyakan berita-berita banjir Jakarta yang seakan-akan akhir-akhir ini hilang ditelan bumi.

Berikut tulisan lengkapnya seperti dikutip dari laman facebook Nophie Kurniawati.

Sudah hampir dua tahun ini, saya tidak melihat berita seperti ini booming di tv-tv. Atau saya yang kudet?. Sebab dulu, khususnya sebelum tahun 2012 bisa dibilang setiap musim hujan berita seperti ini yang selalu menghiasi tv-tv setiap hari. Kali yang meluap. Banjir yang merendam wilayah. Warga yang mengungsi. Penampungan-penampungan dan dapur umum. Ormas dan partai yang hilir mudik dan rebutan lahan untuk memasang bendera untuk sekedar pamer bahwa mereka ada.

Lalu pak Gubernur bahkan Presiden, turun berbasah-basahan mengunjungi warga dan daerah yang kebanjiran. Mereka menjanjikan ini, menjanjikan itu. Tapi setelah banjir mereda dengan sendirinya, maka ya sudah semua kembali seperti semula.
Sampai nanti tiba waktunya banjir lagi, maka gubernur dan pejabat akan mengunjungi pengungsian lagi dan menjanjikan itu dan itu lagi. Lalu kembali seperti semua lagi. Terus berulang seperti itu.

Istimewa

Tapi sejak Pak Foke dan Pak SBY pensiun, sepertinya ritual rutin tahunan seperti itu tidak terjadi lagi. Apa memang solusi banjir di DKI adalah pensiunnya mereka berdua ?. Kalau iya, coba ya, mereka dulu pensiun lebih cepat, mungkin banjir di DKI juga bisa diatasi dengan lebih cepat :D . Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Jadi saya ucapkan terima kasih kepada Pak Foke juga Pak SBY, dengan pensiunnya bapak berdua, Jakarta jadi tidak banjir parah lagi pak. Terima kasih ya Pak. Semoga jasa bapak di catat sejarah.

Tapi ya tentu saja, kondisi seperti ini, tidak ada banjir, tidak ada pengungsi, itu juga mengganggu dan merugikan bagi sebagian orang. Ada pihak-pihak yang kehilangan panggung tentu saja. Bukan cuma kehilangan panggung, yang lebih menyedihkan, mereka juga kehilangan pemasukan. Sedih gak tuh?. Dana operasional setiap kali banjir datang, membuat dapur umum, dll, sudah tidak ada lagi. Piye jal?.

Istimewa

Mudah2an siapapun gubernur DKI nanti setelah 2022 bisa melanjutkan untuk menjaga hal-hal yang sudah baik ini. Beliau mungkin tinggal enaknya, sebab yang tidak enak-enak, yang pahit-pahit, yang bahaya-bahaya, sudah dikerjakan saat ini dengan segala resikonya. Selanjutnya tinggal menjaga supaya bantaran kali ya tetap jadi bantaran kali. Jalan inspeksi tidak jadi ruko atau malah warung remang-remang. Menjaga supaya sampah tidak ngapung lagi di kali-kali yang sudah bersih. Supaya gorong-gorong tetap lancar dan tidak tersumbat kulit kabel.

Gubernur DKI setelah 2022 mungkin tidak akan dimusuhi rakyatnya, sebab sudah tidak perlu merelokasi warga lagi, demi mengembalikan fungsi kali dan sungai. Biarlah yang sekarang menjadi martir untuk perubahan kembali fungsi kali dan sungai di DKI untuk kebaikan DKI selamanya.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...