Gedung Kemensetneg yang Peduli dan Ramah Difabel



Beritacas.com - Kementerian Sekretariat Negara terus berbenah, salah satunya dalam hal mewujudkan lingkungan yang ramah bagi publik. Merujuk pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat, maka aksesibilitas menjadi hal penting diwujudkan. Meskipun belum ada aturan yang menyebutkan mengenai sanksi bagi instansi yang belum menyediakan fasilitas bagi difabel, hal tersebut bukan alasan untuk tidak mewujudkan lingkungan yang ramah bagi difabel. Untuk meningkatkan akses layanan publik bagi masyarakat difabel, Biro Umum Kementerian Sekretariat Negara telah melakukan perubahan di sejumlah titik di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara.

Kepala Biro Umum, Piping Supriatna mengungkapkan saat ini sarana prasarana di Kementerian Sekretariat Negara sudah terbilang ramah dan mudah diakses bagi semua kalangan. Tak terkecuali bagi masyarakat difabel. “Pembenahan tersebut sebenarnya sudah dipikirkan sejak era menteri sebelum Pak Pratikno. Namun sejak era Pak Pratikno selaku Mensesneg, Beliau terus mendorong agar dapat diwujudkan lingkungan kantor Setneg yang ramah bagi semua kalangan termasuk masyarakat difabel. Sehingga bisa dilihat sampai sekarang hampir di semua gedung-gedung yang ada di Setneg, sudah ada jalan khusus bagi difabel atau ramp,” ujarnya.

Ramp merupakan jalur sirkulasi yang memiliki bidang dengan kemiringan tertentu, sebagai alternatif bagi orang yang tidak bisa menggunakan tangga. Ramp telah dibangun hampir di setiap gedung yang ada di area Kementerian Sekretariat Negara. Diantaranya di lobby Gedung I, samping Gedung II, lobby Gedung III, dan pos pemeriksaan Paspampres yang menghubungkan komplek Kementerian Sekretariat Negara dan komplek Istana. Keberadaan ramp pada Gedung I memiliki nilai penting mengingat bahwa Gedung I menjadi lokasi yang paling sering dikunjungi oleh masyarakat yang hendak menyampaikan surat kepada Presiden.

Selain ramp atau jalur khusus, sejumlah prasarana lain yang telah disediakan antara lain toilet khusus difabel di Gedung Utama, jalur landai pada lobby Gedung Utama, dan 8 buah slot tempat parkir khusus yang berada di area lapangan tengah komplek Kemensetneg dan area parkir sebelah Gedung Utama. Pembangunan fasilitas-fasilitas difabel yang ada disebutkan telah merujuk pada standar dan disesuaikan dengan kondisi bangunan. Pembangunan ramp misalnya, menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30/PRT/M/2006, kemiringannya tidak boleh melebihi 70.



Kepala Bagian Bangunan, Purwandari Dyah Hapsari mengungkapkan, “Sarana prasarana tersebut juga sebenarnya dapat digunakan sebagai akses mobilitas untuk memberikan pertolongan pertama bagi orang sakit dan juga dapat digunakan oleh lansia untuk memudahkan akses keluar masuk gedung di Kementerian Sekretariat Negara. Tidak hanya di area gedung Kementerian Sekretariat Negara, sejumlah fasilitas ramah difabel juga telah ada di Istana Negara, sejak era Presiden Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono. Seperti toilet khusus dan ramp dengan model knock down.”

Tidak berhenti pada fasilitas yang saat ini telah ada, Kementerian Sekretariat Negara masih memiliki sejumlah rencana pengembangan untuk membuat lingkungan kantor yang semakin mudah diakses publik. “Kedepannya kami akan mengkaji untuk membuat jalanan khusus bagi penyandang tuna netra dan pengadaan toilet khusus bagi para difabel di setiap gedung. Terkait dengan penerimaan surat, kami sedang mengkaji dua opsi. Pertama, membuat akses lift pada Gedung I mencapai lantai basement yang terdapat tempat penerimaan surat. Kedua, membuat ruangan khusus penerimaan surat di luar Gedung I, tidak jauh dengan gerbang utama Kementerian Sekretariat Negara. Sehingga selain memudahkan semua kalangan, juga terdapat aspek keamanan,” ujar Kepala Biro Umum, Piping Supriatna. (Foto dan Teks: Humas Kemensetneg)

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...