In The End #RIP Chester Bennington Linkin Park

Asrul Sani: Darimana Ahok Tahu SBY Menelepon Ma’aruf Amin?

Asrul Sani | Istimewa

Beritacas.com - Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani mempertanyakan darimana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan tim mengetahui bahwa Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menelepon Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’aruf Amin.

Dalam persidangan lanjutan sidang kasus dugaan penistaan agama, pada Selasa (31/1/2017), Ahok mengaku mempunyai bukti yang kuat terkait adanya telepon dari SBY kepada Ma’aruf yang meminta sikap keagamaan MUI pasca pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada tanggal 27 September 2016 yang lalu.

Asrul merasa heran kenapa Ahok dan tim bisa mengetahui adanya telepon SBY ke Ma’aruf.

"Saya tidak tahu, tetapi kalaupun benar menelepon, pertanyaannya, dari mana Ahok atau penasihat hukumnya tahu? Apakah dari sadapan yang dilakukan suatu pihak terus dibocorkan kepada mereka?" ungkap Asrul.

Menurut Arsul, terlepas dari pasal pidana bahwa seseorang yang memberikan kesaksian palsu di depan persidangan dapat dilaporkan atau dituntut secara pidana, Ahok seharusnya tak mengancam melaporkan Ma'ruf.

"Apalagi ancaman itu ditujukan terhadap seorang ulama senior yang juga merupakan pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama, organisasi Islam terbesar di Tanah Air kita dengan jumlah anggota lebih dari 40 juta orang," ujar Arsul.

Ia mengatakan, seharusnya Ahok atau penasihat hukumnya bisa mengingatkan Ma'ruf dengan cara yang lebih baik atau santun.

"Dalam konteks situasi sosial saat ini, di mana segregasi kelompok-kelompok masyarakat sedang tajam, siapa pun punya kewajiban moral untuk tidak menambah tajam," ujar Arsul.

"Termasuk para penasihat hukum Ahok juga punya kewajiban moral maupun etika profesi untuk tidak menambah panasnya situasi sosial kita," kata dia.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...