Ahok Akan Laporkan Ma’aruf Amin Terkait Kesaksian Palsu

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok | Istimewa

Beritacas.com - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menanggapi bantahan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait adanya telepon dari Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY yang mendesak dikeluarkannya sikap keagamaan MUI terkait video pidato Ahok.

"Meralat tanggal 7 Oktober ketemu paslon nomor satu, jelas-jelas itu mau menutupi saudara saksi menutupi riwayat hidup pernah menjadi wantimpres SBY. Tanggal 6 (Oktober) disampaikan pengacara saya ada bukti telepon (dari SBY) untuk minta dipertemukan. Untuk itu saudara saksi tidak pantas menjadi saksi, tidak obyektif lagi ini, sudah mengarah mendukung paslon 1," kata Ahok menanggapi pernyataan Ma'ruf Amin dalam sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama di Auditorium Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

Menurut Ahok, Ma’aruf Amin tidak jujur dan lebih cenderung memberikan kesaksian palsu. Sehingga Ahok berniat melaporkan Ma’aruf Amin ke polisi terkait kesaksian palsu dalam persidangan.

"Saya berterima kasih saudara ngotot di depan hakim meralat ini, mengaku tidak berbohong. Kami akan memproses secara hukum. Untuk bisa membuktikan bahwa kami punya data lengkap," tegas Ahok.

Dalam persidangan, pengacara Ahok mempertanyakan begitu cepat dikeluarkannya sikap keagamaan MUI terkait pidato Ahok. Pengacara Ahok menduga ada kepentingan atau permintaan dari pihak lain.

"Mengingat begitu cepatnya terbit pendapat keagamaan MUI, apakah ada kepentingan lain dari pemohon?" tanya pengacara Ahok.

Ma'ruf langsung membantahnya. Dia menegaskan sikap keagamaan dikeluarkan salah satunya agar penegak hukum memproses aduan soal dugaan penistaan agama.

"Tadi sudah saya katakan bahwa tidak ada sangkut-pautnya dengan semua itu. Dengan politik, dengan pilkada, ini masalah hukum," tegas Ma'ruf.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...