Megawati: 4 Syarat Untuk Menjadi Gubernur Gorontalo

Megawati Soekarnoputri saat berorasi di Gorontalo | Doc. PDIP

Beritacas.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri, mengenang kejayaan Provinsi Gorontalo saat dia masih menjabat Presiden RI. Mega bercerita bagaimana provinsi ini dibentuk hingga kejayaan sebagai penghasil jagung terbesar di Indonesia.

"Saya sekarang ini sapa rakyat Gorontalo," kata Mega memulai orasi politiknya saat kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo Hana Hasanah Fadel Muhammad-Toni Junus (HATI), Minggu (29/1) di Lapangan Pemuda Taruna Kota Gorontalo.

Mega mengatakan, sengaja datang ke Gorontalo lagi, setelah sekian lama tidak pernah berkunjung ke provinsi yang terletak di semenanjung Sulawesi Utara ini. Mega menjelaskan, ketika penentuan cagub-cawagub Gorontalo, pihaknya merapatkan dengan DPP PDI Perjuangan Gorontalo. Ketika itu, dia berpikir siapa yang akan dijadikan sebagai pemimpin Gorontalo yang akan datang.

"Kalau memang aspirasi rakyat Gorontalo, Insya Allah akan memilihnya," kata Mega.

Lalu, dia pun selaku ketum partai berlambang banteng moncong putih bertanya kepada Fadel Muhammad. Fadel merupakan gubernur pertama yang sukses memimpin Gorontalo, yang juga suami Hana Hasanah.

Mega dan Fadel juga sudah pernah punya hubungan baik. Saat Mega menjabat presiden, Fadel ketika itu sebagai gubernur. Di era Mega pula, lahir Undang-undang nomor 28 tahun 2000 tertanggal 22 Desember 2000 yang menjadikan Gorontalo sebagai provinsi ke-32 di Indonesia.

"Memang benar pada waktu saya menjadi presiden, ketika aspirasi dari rakyat menghendaki untuk diadakan sebuah provinsi yang akhirnya disebut Gorontalo," ujar putri Proklamator RI Bung Karno itu.

Mega melanjutkan, saat itu memang Fadel bukan berasal dari PDI Perjuangan. Melainkan kader Partai Golkar. "Bagi saya, dengan rasa kebangsaan saya, saya tidak pernah melihat siapa pemimpin yang akan dipilih (kala itu)," kata dia.

Bagi Mega, pemimpin seperti yang disebutkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy harus memenuhi empat syarat yakni tabligh, amanah, siddiq dan fathanah. Tentunya, kata Mega, juga ada sejumlah persyaratan lain yang harus dipenuhi.

"Maka saat itu saya sebagai kepala pemerintahan mengizinkan dan menandatangani dibentuknya Provinsi Gorontalo," katanya.

Mega mengatakan setelah dia tidak menjadi presiden lagi, banyak mendapat laporan dari jajaran PDI Perjuangan di daerah bahwa dari hari ke hari pertanian Gorontalo menurun.

"Setiap hari sebagai ketua umum partai, saya mendapatkan laporan ternyata dari hari ke hari pertanian di Gorontalo menurun. Sentra jagung sudah tidak jadi sebuah andalan. "Benar apa tidak?" tanya Mega kepada massa. "Benar," tegas massa menjawab Mega (Merdeka.com).

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...