GMBI Memaafkan 5 Pembakar Markas GMBI di Ciampea, Kelimanya Dibebaskan Polisi

Markas GMBI yang dibakar di Ciampea, Bogor | Istimewa

Beritacas.com - Ketua Distrik Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Bogor, Sambas Alamsyah mengatakan bahwa GMBI Bogor sudah memaafkan para pelaku pembakaran markas GMBI di Ciampea beberapa waktu yang lalu.

Menurut Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar Andi Muhammad Dicky, para pemimpin GMBI sudah memaafkan para pelaku. Hal ini tertuang dalam kesepakatan bersama pasca pembakaran markas GMBI terjadi.

“Karena kelimanya masih tergolong anak-anak,” kata Andi seperti dikutip dari Koran Tempo edisi Selasa, 17 Januari 2017.

Kelimanya pelaku yang masih dibawah umur dikeluarkan dari tahanan dan diserahkan ke Badan Pemasyarakatan.

“Untuk mendapatkan pembinaan,” kata Andi.

Kelima anak yang masih duduk di bangku sekolah itu sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka bersama tujuh orang lainnya. Penetapan status tersebut dibuat tak lama setelah polisi menciduk dan memeriksa 20 orang setelah terjadi pembakaran pada Ahad lalu. Mereka disangka merusak dan membakar markas GMBI yang terletak di Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jumat pekan lalu.

Ketua Distrik GMBI Kabupaten Bogor, Sambas Alamsyah, membenarkan bahwa pihaknya tak mempermasalahkan pencabutan status tersangka terhadap lima orang itu. Meski begitu, ia menuntut polisi segera menangkap aktor intelektual yang menggagas penyerangan dan pembakaran markas GMBI.

“Siapa provokator ini yang belum kita dapat,” kata dia.

Pembakaran markas GMBI Bogor diduga merupakan imbas dari bentrokan antar-ormas yang terjadi di depan markas Kepolisian Daerah Jawa Barat di Kota Bandung, pada Kamis (12/1/2017).

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...