CPNS - 2017

Buntut Video Munarman, NU Bali Tolak Keberadaan FPI

Istimewa

Beritacas.com - Buntut dari video Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Denpasar menolak keberadaan FPI di Bali.

Hal ini disampaikan oleh perwakilan dari PCNU Denpasar M Rifa'i dan didampingi Ketua Panitia Tabligh Akbar 'Gema Bershalawat', Choiron Ubaidillah, di Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Jumat (20/1/2017) malam.

Sikap penolakan keberadaan FPI di Bali ini akan dibacakan pada acara Tabligh Akbar yang akan diselenggarakan pada Sabtu (21/1) malam itu akan dihadiri oleh lebih dari 2.000 orang. Pengamanan acara akan dibantu oleh 25 pecalang.

"Kita menolak FPI masuk Bali. Menolak tegas tindakan FPI yang cenderung melakukan tindakan kekerasan, upaya intoleransi dan memecahbelah kebhinnekaan Indonesia," ucap Rifa'i.

"Kita meminta FPI untuk tidak ikut campur kerukunan antar-umat beragama yang sudah terjalin baik dan harmonis di Bali," tambahnya.

"Kita lagi memantau sekaligus membantu pembuatan tenda. Yang kita lakukan ini bertujuan berdoa bersama agar kerukunan beragama di Bali terus terjalin harmonis," kata Rifa'i di lokasi persiapan.

Tabligh akbar ini diselenggarakan Majelis Rotib Miftahul Hidayah al-Hamidayah Denpasar. Acara akan dimpin oleh Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf dari Solo, Jawa Tengah.

"Kegiatan ini sudah berkoordinasi dengan Polda Bali dan akan melibatkan pecalang," ujar Rifa'i.

Sebelumnya, beredar video Munarman yang menuding pecalang melarang salat Jumat dan melempari rumah warga. Video ini berjudul “FPI Datangi & Tegur Kompas Terkait Framing Berita Anti Syariat” yang yang diunggah pada 17 Juni 2016 oleh Markaz Syariah.

Menurut Rifa’i, tuduhan Munarman tersebut adalah fitnah belaka dan dapat memecah belah umat dan toleransi yang sudah berjalan dengan baik di Bali terancam.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...