CPNS - 2017

Terharu.... Suara Bergetar Ahok Baca Pledoi, Orang Tua dan Kakak Angkatnya Menangis

Live Basuki Tjahaja Purnama

Beritacas.com - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membacakan pembelaan (Pledoi) setelah mendengarkan dakwaan jaksa penutut dalam sidang kasus dugaan penistaan agama, hari ini, Selasa (13/12/2016) di eks Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam pembacaan pledoinya, terdengar suara Ahok bergetar dan membuat ruangan sidang hening sunyi senyap.

Orang tua angkat Ahok, Andi Baso dan kakak angkat Ahok, Nana Riwayatie  terlihat sangat sedih dan menangis saat mendengarkan suara Ahok yang menggetar ketika membaca pembelaan dihadapan Majelis Hakim.

Live Basuki Tjahaja Purnama

Ahok mengatakan bahwa dia sangat sedih ketika dituduh telah menistakan agama Islam, yang menurutnya bahwa dia dituduh menista agama dari orangtua angkatnya sendiri.

“Saya sangat sedih dituduh menista agama islam yang sama saja saya dituduh telah menista orang tua angkat saya sendiri”, kata Ahok dalam pembacaan pledoinya sebagai terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama.

Ahok menyatakan sejak mencalonkan diri sebagai calon Bupati Belitung Timur, dia kerap menemui Surat Al Maidah ayat 51 yang digunakan untuk memecah belah rakyat sebagai jalan untuk meraih puncak kekuasaan.

“Ayat ini sengaja disebarkan karena ada pihak yang tak mampu bersaing dengan visi dan misi. Mereka berupaya berlindung dengan ayat suci, melarang rakyat memilih pemimpin yang bukan muslim,” kata Ahok.

Padahal ketika Ahok menanyakan kepada teman-temannya, kata dia, ayat itu diturunkan ketika ada sekelompok orang ingin membunuh Nabi Muhammad dengan berkoalisi dengan orang dari Nasrani dan Yahudi. Ahok juga menyatakan konteks pemilihan kepala pemerintahan berbeda dengan kepala agama.

Live Basuki Tjahaja Purnama

Ahok juga menyatakan bahwa diangkat oleh keluarga muslim yang beragama dengan ketat. Ahok menyatakan sangat sedih dengan tuduhan penistaan agama sama saja dengan menista keluarga yang telah menyayanginya.

Saat membacakan pembelaan diri, suara Ahok terdengar bergetar.

Ahok juga mengatakan dekat dengan mantan Presiden Kyai Haji Abdurahman Wahid atau Gus Dur. Dia ingat pesan Gus Dur yang menyatakan Gubernur adalah pembantu atau pelayan rakyat.

Di akhir kalimatnya, Ahok menegaskan dia tidak melakukan penistaan terhadap umat Islam dan melakukan penghinaan terhadap ulama.

Dia berharap hakim dapat mempertimbangkan nota keberatan yang dibacakan dan menyatakan dakwaan jaksa tak dapat diterima.

“Sehingga saya dapat kembali dapat melayani rakyat Jakarta.”

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...