Sanusi Dituntut 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Suap Reklamasi

Muhammad Sanusi dalam persidangan | Istimewa
Beritacas.com - Muhammad Sanusi dituntut 10 tahun penjara ditambah denda Rp. 500 Juta susider 4 bulan kurungan dalam kasus suap reklamasi dan tindak pidana pencucian uang.

Hal ini sesuai tuntatan dari Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ronald Worontikan dalam persidangan di pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (13/12/2016).

"Menyatakan terdakwa Mohamad Sanusi bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang secara berlanjut," kata Ronald.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 10 tahun dikurangkan seluruhnya dari masa penahanan yang telah dijalani dan pidana denda Rp 500 juta subsider 4 bulan kurungan," lanjutnya.

Dalam persidangan terungkap bahwa Sanusi menerima Rp 2 miliar dari mantan Bos Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja pada Maret 2016 lalu. Uang tersebut diyakini terkait pembahasan Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta (RTRKSP) Jakarta di Balegda DPRD DKI.

"Dibicarakan kembali mengenai pembahasan RTRKSP Jakarta. Ariesman menyatakan keberatannya mengenai pasal raperda yang mengatur mengenai tambahan kontribusi sebesar 15 persen kali NJOP kali luas area. Mengatakan tambahan kontribusi tersebut selalu besar dan meminta agar Pasal tersebut dihilangkan. Terdakwa mengatakan pasal tersebut tidak bisa dihilangkan tapi bisa diatur dalam Pergub," jelas jaksa.

Uang diserahkan dua tahap yakni pada tanggal 28 dan 31 Maret 2016 dengan masing-masing Rp 1 miliar. Namun saat pemberian kedua, KPK melakukan tangkap tangan terhadap anak buah Sanusi bernama Gery dan anak buah Ariesman, Trinanda Prihantoro.

Tak hanya dugaan suap, Sanusi juga dijerat jaksa dengan pasal pencucian uang. Sanusi diyakini mendapat 'modal' Rp 45,28 miliar dari rekanan Dinas Tata Air DKI Jakarta.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...