Rachmawati: Kami Akan Ke DPR/MPR dengan Massa Sekitar 20 Ribu Orang

Istimewa
Beritacas.com - Rachmawati Soekarnoputri yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polri dalam kasus dugaan makar, mengatakan bahwa ia dan sekitar 20 ribu orang akan mendatangi gedung DPR/MPR untuk menyampaikan petisi pada saat 2 Desember 2016 yang lalu.

Selain hal itu, Rachmawati juga membantah pihaknya mempunyai niat untuk menduduki Gedung DPR/MPR.

Adapun petisi yang ingin disampaikan oleh Rachmawati dan teman-teman yaitu untuk mengembalikan UUD 1945 ke awal.

Rachmawati menjelaskan, keinginannya untuk meminta agar UUD 1945 dikembalikan ke awal sudah dilakukan sejak tahun lalu ketika bertemu Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Permintaannya itu terus berlanjut sampai ketika ia bertemu Zulkifli lagi di Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhamadyah (IMM).

Menurut Rachmawati, sebenarnya ia sudah membuat surat ke polisi untuk ke DPR/MPR.

"Kepada kepolisian, kami akan ke MPR dalam rangka solidaritas bela Islam dan kedua, tujuannya kembali ke UUD 45 dan menyampaikan petisi ke pimpinan DPR," kata Rachmawati dalam jumpa pers di kediamannya di Jalan Jatipadang Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

"Saya coba mengatakan, kami jangan dituding menunggangi aksi GNPF. Ini aksi kami sendiri. Kalau meraka sendiri mau ke sana, itu urusan mereka," ujar Rachmawati.

Dia juga mengaku, sebelum datang untuk bawa petisi itu, ia menghubungi Ketua MPR Zulkifli Hasan. Ia menyatakan, untuk menyerahkan petisi, pihaknya yang akan meminta pimpinan DPR MPR yang keluar menemui.

"Kami tidak masuk ke Gedung DPR/MPR. Kami tetap berada di luar dalam rangka beri petisi ke DPR/MPR dan meminta pimpinan DPR/MPR itu menemui di luar gedung," ujar Rachmawati.

"Jadi, tidak ada upaya untuk kami menduduki Gedung DPR/MPR. Itu instruksi saya berikan berkali-kali, walaupun ada celotehan gini-gini, tidak," ujar dia.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...