Presiden Jokowi: Amnesti Pajak Indonesia Terbaik

Istimewa
Beritacas.com - Amnesti pajak di Indonesia meski baru periode pertama yang berakhir 30 September 2016 merupakan yang terbaik di dunia. Amnesti pajak di Indonesia mencapai 30,88 persen dari PDB, negara lain hanya 10 persen dari PDB. “Repatriasi baru Rp143 triliun, sangat kecil, masih sangat kecil. Alhamdulillah berdasarkan tebusan sudah mendekati Rp99,2 triliun.  Menunjukkan bahwa dunia usaha itu trust, percaya kepada pemerintah,” kata Presiden.

Presiden optimis nilai dari amnesti pajak masih akan terus meningkat karena masih ada uang yang di luar negeri dan belum dideklarasi oleh pemiliknya. Terlebih lagi pada tahun 2018 akan ada keterbukaan informasi antar negara, sehingga siapapun yang menyimpan uangnya di luar negeri akan dapat diketahui.

Amnesti pajak di Indonesia juga memiliki tarif terendah dibanding negara lain yang telah melaksanakan amnesti pajak. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam laporannya mengatakan bahwa negara yang dianggap paling berhasil dalam amnesti pajak adalah Irlandia. “Mereka tidak pernah memberikan tarif di bawah tarif normalnya. Hanya tidak dikenakan denda dan sanksi kriminal,” terang Presiden.

Tarif uang tebusan yang berlaku di Indonesia sangatlah rendah. Untuk periode ke-1 dari 1 Juli hingga 30 September 2016 adalah 2 persen untuk repatriasi, 2 persen untuk deklarasi dalam negeri (DN) dan 4 persen untuk deklarasi luar negeri (LN).

Tarif untuk periode ke-2 dari 1 Oktober hingga 31 Desember yakni 3 persen untuk repatriasi, 3 persen untuk deklarasi dalam negeri (DN) dan 6 persen untuk deklarasi luar negeri (LN). dan untuk periode terakhir yang berlangsung 1 Januari hingga 31 Maret 2017 adalah 5 persen untuk repatriasi, 5 persen untuk deklarasi dalam negeri (DN) dan 10 persen untuk deklarasi luar negeri (LN).

Turut hadir dalam sosialisasi amnesti pajak ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi dan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek. (Humas Kemensetneg)

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...