PGI Minta Kapolri Menindak Tegas Ormas Pembubaran Ibadah KKR di Bandung

Gomar Gultom, Sekum PGI | Doc. Pribadi
Beritacas.com - Ketua Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Pendeta Henriette Lebang mengirim surat protes kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait pembubaran Ibadah KKR Natal di Sabuga, Bandung pada hari Selasa (6/12/2016).

Dalam surat yang dikirimkan tersebut, PGI meminta tindakan tegas kepada Kapolri dan jajarannya untuk menindak tegas ormas pelaku pembubaran ibadah tersebut.

Surat tersebut dikirimkan pada Rabu (7/12/2016), ditandatangani oleh Ketua Umum PGI Pendeta Henriette Lebang dan Sekretaris Umum PGI Pendeta Gomar Gultom.

PGI menyesalkan kepolisian yang dinilai tidak melindungi hak-hak warga untuk beribadah dan cenderung tunduk pada keinginan pelaku pembubaran.

"Kami sangat menyesalkan sikap kepolisian yang seharusnya melindungi hak-hak warga negara melaksanakan perayaan ibadah Natal, malah tunduk pada tuntutan sekelompok masyarakat yang menamakan dirinya Pembela Ahlus Sunnh (PAS)," seperti dikutip dari isi surat yang diterima Kompas.com, Jumat (9/12/2016).

Menurut Gomar, jika hal tersebut terus terjadi, akan menjadi ancaman serius bagi upaya menjaga kemajemukan bangsa Indonesia.

"Kejadian seperti itu akan mencederai upaya bersama dalam merawat kemajemukan bangsa Indonesia. Makanya kami mengirimkan surat itu, minta perhatian dari Kapolri agar kejadian serupa tidak terulang," ujar Gomar saat dihubungi, Jumat (9/12/2016).

Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani Natal dengan pembicara Dr. Stephen Tong di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/12/2016) malam, dihentikan setelah sejumlah orang datang ke acara tersebut dan meminta acara itu dibubarkan.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...