“Payung” Penghubung Bung Karno dan Jokowi


Beritacas.com - Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla menerobos derasnya hujan dari Istana Merdeka menuju Lapangan Monas dengan memegang payung sendiri menerobos derasnya hujan.

Maklum, saat meninjau aksi tersebut di silang Monumen Nasiona, Jumat (2/12/2016), Jokowi memilih membawa sendiri payungnya.

Padahal, dalam rombongan tersebut, terdapat sejumlah personel pasukan pengamanan presiden (paspampres) dan ajudan.

Turut hadir dalam rombongan tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menkopolhukam Wiranto, dan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan.

Aksi Jokowi membawa payung sendiri memancing komentar dari para pengguna media sosial, baik dari kalangan publik maupun tokoh.

Di tengah guyuran hujan, Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla mendatangi Monas untuk salat Jumat bersama ribuan warga doa bersama.

Usut punya usut, aksi 'payungan sendiri' tersebut ternyata juga pernah dilakukan oleh Presiden Pertama RI Soekarno.


Ketika itu, Soekarno dan Wakilnya, Mohammad Hatta, tengah menyambangi wilayah Kenali dan Senaung di Jambi.

Dalam foto tersebut, Bung Karno yang mengenakan pakaian khasnya, safari, memilih membawa sendiri payungnya.

Tampak, Bung Karno yang memakai peci dan kacamata hitam, itu berjalan tegap di depan rombongan yang mengenakan baju daerah setempat.

Tak hanya di Kota Jambi, jejak Hatta juga terlacak di Bangko saat Jambi masih menjadi bagian Provinsi Sumatera Tengah.

Berdasar rekaman arsip, Presiden Soekarno mengawali rangkaian perjalanan ke Sumatera pada 1947.

Namun jejaknya di Jambi baru terekam pada 11 April 1962 saat memimpin rapat raksasa di Lapangan Garuda Sipin, belakangan menjadi kompleks Korem 042/Garuda Putih.



Dalam rapat itu, Sang Putra Fajar mengajak warga Jambi membulatkan tekad mempertahankan kemerdekaan.

Apalagi dengan jumlah penduduk 96 juta, negeri ini lima besar negara dengan jumlah penduduk terbanyak.

Berdasar arsip-arsip yang tersimpan rapi di Badan Perpustakaan dan Arsip Kota Jambi, Presiden setibanya di Lapangan Terbang Pal Merah langsung disambut tarian adat Jambi.

Soekarno terlihat memegang sirih dari penari gadis belia.
Pada hari sama, selepas rapat raksasa Presiden menerima penyerahan tongkat komanado Korem Gapu.

Selanjutnya, masih berdasarkan koleksi arsip sama, Presiden didampingi Muhammad Yamin, Menteri Penerangan saat itu, berkunjung ke kawasan Kenali, yang menghasilkan minyak bumi jenis avtur bahan bakar pesawat terbang.

Setidaknya itulah yang terekam dalam arsip berupa foto kunjungan yang tersimpan di Badan Perpustakaan dan Arsip Kota Jambi. (tribunnews.com)

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...