Kapolda Jateng Bantah Tudingan Ketua FPI Soal Warga Dilarang Ikut Demo 212

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono bersama petinggi MUI Jawa Tengah

Beritacas.com - Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono membantah tudingan miring yang mengatakan bahwa dirinya telah melarang warga Jawa Tengah untuk ikut aksi Bela Islam Jilid 3 di DKI Jakarta.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Djarod Padakova setelah mendengar informasi tersebut.

Menurutnya tidak benar Kapolda melawan perintah Kapolri seperti yang dituduhkan apalagi melakukan ancaman dan teror terhadap ustadz dan santri, itu tidak benar sama sekali.

Kapolda Jawa tengah selalu mengikuti aturan dan merupakan pejabat yang taat dan tunduk terhadap perintah Kapolri.

"(Info tersebut) Tidak benar, ya. Karena Kapolda selalu mengikuti arahan dari Kapolri," kata Djarod seperti dikutip dari detik.com Kamis (1/12/2016).

Djarod mengatakan, Polda Jateng hanya mengimbau masyarakat untuk tidak membawa barang yang membahayakan. Selain itu dia mengimbau agar masyarakat memperhatikan keselamatan saat menempuh perjalanan ke Jakarta.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan menyampaikan pendapat di muka umum untuk tidak membawa senjata tajam atau senjata tumpul yang membahayakan. Kami juga mengingatkan keselamatan dalam perjalanan karena akan menempuh perjalanan antar kota antar provinsi," tutur Djarod.

Dia menambahkan, dalam perjalanan menuju Jakarta, Polda Jateng tidak memberikan pengamanan kepada warga. Hanya saja, pihak kepolisian memberikan imbauan dan menyediakan posko-posko di beberapa tempat. Pada titik-titik itu petugas akan melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan dengan target utama adalah senjata tajam dan bahan peledak.

Djarod mengatakan, kondisi masyarakat di Jateng-pun tidak ada yang merasa dilarang. Namun, Polda Jateng sebetulnya meminta masyarakat untuk melakukan kegiatan yang sama di daerah masing-masing dengan tujuan yang sama dengan Aksi 2 Desember tersebut.

"Sampai detik ini, sejauh ini belum ada masyarakat yang merasa dilarang. Tapi kita mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan berzikir dan berdoa demi keselamatan bangsa di daerah masing-masing," ujarnya.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...