Rizieq Shihab: Tidak Ada yang Bisa Larang Demo, Sekalipun itu PRESIDEN

Rizieq Shihab | Istimewa

Beritacas.com - Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab menyatakan bahwa tidak ada yang bisa melarang atau menghadang unjuk rasa, siapapu itu, termasuk presiden.

Menurutnya, unjuk rasa di Indonesia sudah di lindungi UU nomor 9 Tahun 1998. Jadi tidak ada pihak manapun yang bisa melarang demo tanggal 2 Desember mendatang.

Demo 2 Desember hanya bertujuan untuk meminta kepada Bareskrim Polri agar segera menahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang telah menjadi tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

"Tanggal 2 Desember adalah unjuk rasa yang dilindungi UU nomor 9 tahun 1998, siapapun orang di Indonesia tidak boleh melarang atau menghadang unjuk rasa yang dijamin UU, Presiden sekalipun," ujar Rizieq.

"Bahkan dalam pasal 18 ayat 1 dan 2 UU 9, barang siapa menghalangi atau menghadang unjuk rasa damai dengan kekerasan, yang dilindungi UU itu dipidana 1 tahun penjara," ujar Rizieq.

"Jadi sekali lagi, aksi 212 adalah aksi unjuk rasa yang dilindungi dan dijamin oleh Undang-undang," sambungnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan bahwa demonstrasi pada 2 Desember yang rencananya akan diawali dengan Salat Jumat di Jalan Sudirman Thamrin, dilarang. Pelarangan dilakukan untuk menjaga ketertiban umum.

Sepakat dengan Kapolri, MUI juga mengimbau agar aksi demonstrasi tidak dilakukan. MUI meminta diplomasi dan musyawarah dikedepankan.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...