Penderita TUMOR GANAS Asal Nias Selatan ini Ditolak RS Umum di Medan Berharap Kepada JOKOWI

Oru Dugo Zebua penderita kanker ganas | Istimewa

Beritacas.com - ORU DUGO ZEBUA, pria asal Desa Amuri Kecamatan Lolowau Nias Selatan, Propinsi Sumatera Utara sedang malang nasibnya. Terlunta-lunta di kota Medan demi mendapatkan pengobatan atas penyakit TUMOR yang dideritanya. Penyakit TUMOR GANAS yang merongrong bagian mulutnya ditolak di RSUP H. Adam Malik.

Dikutip dari pokoksatu.id dan ngobrol.top, Oru Dugo Zebua sudah berobat di RSU Gunungsitoli namun karena keterbatasan peralatan, RSU Gunungsitoli merujuk agar pergi ke RSUP H. Adam Malik Medan. Rumah Sakit milik Pemerintah, yang disubsidi pemerintah dari uang rakyat, uang saya, kamu dan Oru Dugo Zebua.

Menurut informasi yang diperoleh, ternyata Oru Dugo Zebua sudah seminggu berada di RSUP H. Adam Malik dan tidak mendapatkan perlakuan yang layak. Hal ini dibenarkan oleh keponakan Oru, Aru.

“Awalnya paman berobat di RS Gunung Sitoli, tapi rumah sakit di sana tak mampu menangani, karena keterbatasan alat. Makanya dirujuk ke RSUP H Adam Malik,” beber Aru, saat mendatangi gedung DPRD Sumut.

Karena tidak dizinkan berobat di RSUP Adam Malik dan malah disuruh untuk rawat inap jalan saja, Oru memutuskan untuk pulang kampung menunggu sang Pencipta Memanggilnya kelak.

Namun sebelum hal itu dilakukan, Oru mencoba peruntukan keberuntungan di Kantor DPRD Propsu. Dengan membawa poster bertuliskan “MOHON BANTUAN BAPAK PRESIDEN JOKOWI” berharap ada dewi fortuna yang menunggu mereka disana.

Oru Dugo Zebua saat di Kantor DPRD Sumut | pojoksatu.id

Tapi lagi-lagi rumput bergoyang mengabarkan kabar yang lain. Tidak ada satupun anggota DPRD Sumut yang berada ditempat ketika sang pencari keadilan meminta belas kasihan.

Adalah Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan, Sutrisno Pangaribuan yang geram terhadap kelakuan para wakil rakyat tersebut.

Menurut Sutrisno, tidak seharusnya kantor lembaga tersebut dibiarkan kosong, Banmus seharusnya tidak boleh mengizinkan semua anggota untuk meninggalkan kantor dewan secara bersamaan.

“Kenapa Banmus mengizinkan semua pergi diwaktu bersamaan, ini merupakan kesalahan managemen program lembaga tidak mewakili kepentingan rakyat,” kata Sutrisno, Minggu (6/11) seperti dikutip dari ngobrol.top.

Namun, dari komentar FAJAR WARUWU di Facebook Turunan Gula mengatakan bahwa sudah ada perwakilan dari DPRD Sumut yang bertemu dengan ORU DUGO ZEBUA.
Dan sedang diupayakan dan berkodinasi dengan Dinas Kesehatan Propsu untuk memberikan atensi terhadap kondisi ORU DUGO ZEBUA.

Lalu perlu kah ORU DUGO ZEBUA berharap kepada dewan-nya tersebut? Biarlah Tuhan yang mengetahui niat para wakil yang dipilih oleh kita, kamu dan ORU DUGO ZEBUA.

Kali ini, tekad ORU DUGO ZEBUA untuk pulang ke kampung halamannya, Desa Amuri Kecamatan Lolowau, Nias Selatan sudah bulat.

Tetapi saya, kamu, saudara, teman, yang merasa punya rasa prihatin mengajak untuk membagikan tulisan ini, agar harapan ORU DUGO ZEBUA sampai ke telinga PRESIDEN JOKOWI.

Terima kasih sudah membantu BERBAGI.

Beritacas.com

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...