Korban BOM Gereja Meninggal, MUI: Tragedi Kemanusiaan yang Menyedihkan

Istimewa

Beritacas.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan rasa berbela sungkawa kepada Intan Olivia Marbun (2,5), gadis kecil korban pelemparan bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur.

Dalam ucapan turut berduka citanya, Wakil Ketua MUI Pusat, Zainut Tauhid  mengatakan bahwa peristiwa bom molotov di depan Gereja Oikumene Samarinda merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat menyedihkan.

"MUI mengucapkan bela sungkawa atas korban meninggal dunia peristiwa bom molotov di depan Gereja Samarinda. Ini merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat menyedihkan," kata Wakil Ketua MUI Pusat Zainut Tauhid, Senin (14/11/2016) seperti dikutip dari detik.com.

Intan Olivia Marbun
Zainut menegaskan bahwa MUI mengecam aksi terorisme yang mengatasnamakan agama. Islam adalah agama yang mengjarkan perdamaian.

"Islam adalah agama rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam-red), agama perdamaian yang melarang pemeluknya melakukan perusakan dan pembunuhan. Apalagi terhadap rumah ibadah, kaum perempuan dan anak-anak," ujar Zainut.

Intan Olivia Marbun meninggal akibat luka bakar 78 persen dan infeksi saluran pernafasan. Intan meninggal sekitar pukul 03:05 waktu setempat.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...