Ketua Ranting PDIP Dikeroyok, Ahok: Cederai Demkorasi



Ketua Ranting PDIP Kebon Jeruk, Dayat, menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang saat kampanye cagub DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) di Rawa Belong, Jakarta Barat. Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menyebut peristiwa tersebut adalah upaya provokatif untuk merusak suasana sejuk Pilkada DKI Jakarta.

"Kami melihatnya sebagai provokasi-provokasi membuat Pilkada DKI menjadi tidak baik. Ini ada kelompok masyarakat yang ingin menjadikan Pilkada DKI itu 5 r. rumit, ribet, riskan, rawan dan riweh," kata Hendrawan saat dihubungu detikcom melalui sambungan telepon, Rabu (2/11/2016) malam.

Hendrawan menyayangkan peristiwa tersebut. Padahal Pilgub DKI Ini menurutnya dijadikan pesta demokrasi yang membahagiakan rakyat.

"Padahal ini pesta demokrasi, padahal ini merupakan ajang kegembiraan masyarakat. Itu sebabnya kami mengimbau semua pihak agar tidak terpancing provokasi apapun. Demokrasi membutuhkan kultur yang menerima perbedaan, itulah kenapa disebut demo0krasi," ungkapnya.

"Masyarakat kan diberikan calon yang baik baik, ini hadiah besar untuk masyarakat DKI harusnya kita terima dengan kegembiraan," sambung dia.

Sebelumnya, Ahok ketika mendapat kabar ada yang dikeroyok pun menuju Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat untuk mengunjungi Dayat. Tak lama Ahok berada di Polsek Kebon Jeruk, Ia pun akhirnya keluar menemui para wartawan yang telah menanti.

Ahok menjelaskan tindakan penolakan dirinya di Jalan Ayub tersebut telah mencederai nilai demokrasi di Indonesia.

"Saya kira ini mencederai demokrasi kita ya. Masyarakat semua terima kok. Masyarakat penduduk asli terima kok. Mereka hanya segelintir orang yang menteriak-teriakkan itu (tolak Ahok). Ini yang saya katakan ini tidak dewasa," ujar Ahok di Polsek Kebon Jeruk, Rabu (2/11).

Dikutip dari detik.com

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...