Janji-janji Bantuan Dana Agus-Sylvi untuk Warga Jakarta

Istimewa

Beritacas.com - Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni menyampaikan pidato politik di GOR Yos Sudarso, Jakarta Pusat, pada Minggu sore (13/11). Dalam pidato itu Agus berjanji akan memberikan dana bantuan kepada warga Jakarta yang membutuhkan.

"Setelah kami hitung APBD (Anggaran Pendatan dan Belanja Daerah) Jakarta memiliki ruang dan kemampuan bagi kami untuk memberikan dana bergulir sejumlah Rp50 juta rupiah untuk satu unit usaha. Saya ulangi, Rp50 juta rupiah bantuan modal untuk satu unit usaha secara bergulir," kata Agus.

Agus menjelaskan bantuan ini akan mendorong ekonomi rakyat. Selain itu juga akan mencetak wisatawan baru di semua kalangan, yang berujung pada berkurangnya pengangguran di Jakarta.

Saat ini di Jakarta masih ada beberapa kategori pengganguran. Mulai dari pengangguran terbuka dan setengah pengangguran yang berpotensi kehilangan pekerjaan.

"Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik), masih ada lebih dari 386 ribu orang yang tergolong pengangguran terbuka di Jakarta. Yang setengah pengangguran, angkanya jauh lebih banyak lagi," kata Agus.

Jika terpilih, Agus berjanji akan mengalokasikan dana sebesar Rp1 triliun untuk program ini. Dana tersebut bisa mengembangkan sekitar 20 ribu unit usaha baru.

Agus-Sylvi juga berjanji untuk memberikan program bantuan dana lain; Bantuan Langsung Sementara (BLS) dan pemberdayaan komunitas.

"Artinya, setiap keluarga miskin mendapatkan BLS sebesar Rp5 juta per tahun. Atau lebih dari Rp400 ribu per bulan," ujar Agus.

Agus menuturkan bantuan itu tidak termasuk dalam program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS), namun merupakan bantuan tambahan.

Lebih lanjut, untuk pemberdayaan komunitas, Agus-Sylvi mengalokasikan dana yang terbilang besar. Setiap tahun mereka akan memberikan uang sebesar Rp1 miliar untuk memberdayakan komunitas yang berkecimpung di ruang lingkup RT-RW.

Agus melihat komunitas layak dilibatkan dalam proses pembangunan Jakarta. Menurutnya komunitas itu berada di tengah rakyat sehingga mengetahui apa yang dibutuhkan oleh rakyat itu sendiri.

Terkait program tersebut, Agus mengaku banyak penilaian dari luar yang menurutnya negatif. Banyak yang menilai bahwa program itu hanya membuang uang dan boros.

Agus tidak sependapat dengan penilaian itu, ia menilai pendapat itu tidak tepat. Menurut agus bantuan itu bisa memberikan kecukupan gizi dan kualitas kebidupan warga Jakarta yang kurang mampu.

"Ini yang sering dilupakan para komentator," kata Agus.

Tak masalah program sama

Agus-Sylvi mengaku kesamaan program dengan paslon lain dalam ajang Pilkada DKI bukan merupakan masalah.

"Katanya ada yang sama dengan program paslon yang lain. Seolah-olah salah kalau ada program yang sama. Sekarang saya mau bertanya, apa salah jika ada satu dua program Agus-Sylvi yang sama dengan paslon yang lain," kata Agus sambil melihat pengunjung dari kanan sampai ke kiri.

Agus menanyakan pertanyaan itu pada pengunjung yang hadir sebanyak dua kali. Beramai-ramai mereka menjawab "tidak".

Agus tersenyum manis mendengar jawaban itu. Ia pun mengapresiasi jawaban itu dengan ucapan. "Terima kasih, ternyata saudara yang ada di sini cerdas dan benar. Saya bangga," kata Agus.

Sebagai pemimpin, Agus mengaku menganut falsafah kesinabungan (continuity) dan perubahan (change). Oleh karena itu mungkin ada beberapa program yang terasa sama dan ada program yang berubah.

"Saya dan bu Sylvi bukan tipe pemimpin yang anti dan terhadap program pemimpin sebelumnya. Saya dan bu Sylvi mengedepankan akal sehat dan rasionalitas," kata Agus.

Agus menyampaikan hal itu karena dianggap memiliki program yang sama dalam 10 program yang ia buat bersama Sylvi. Ia merasa program yang mereka rilis dua minggu lalu saat pidato politik mendapat serangan dari luar.

Program mereka seperti biaya langsung tunai (BLT), Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS) dianggap sama dengan program yang pernah berlangsung dan sesang berlangsung.

Menanggapi hal itu, Agus menjelaskan program yang jelas bermanfaat bagi rakyat akan ia lanjutkan dan tingkatkan. Sedangkan untuk program salah dan tidak adil bagi rakyat akan ia koreksi dan perbaiki.

"Beberapa program mungkin terasa sama. Yang membedakan adalah cara kami menjalankan program-program tersebut. Cara kami insya Allah yang lebih baik, manusiawi, beradab dan memberdayakan," kata Agus.

Sindiran penggusuran di Jakarta Utara

Sylvi menjelaskan kesejahteraan masyarakat di wilayah Jakarta Utara saat ini perlu ditingkatkan. Menurut dia, Jakarta Utara merupakan denyut jantung ekonomi Jakarta bahkan Indonesia, karena di sana ada Pelabuhan Tanjung Priok.

Tapi, kata Sylvi, masih ada yang susah mencari nafkah. Laut juga semakin sempit dan kotor.

"Jakarta Utara apa lagi katanya mau dibikin pemukiman elit. Terus rakyat yang kurang mampu di pinggirin deh," kata Sylvi.

Sylvi mengklaim dirinya dan Agus mengerti soal sejarah Kota Jakarta. Mereka ingin menata kota Jakarta dengan tidak berpihak pada investor tapi juga memikirkan rakyat.

"Kalau seandainya dia kagak ngerti sejarah Kota Jakarta, apa lagi Jakarta Utara, ditambah lagi enggak ngerti bagaimana perjuangan Jakarta Utara. Kepekaannya enggak ada, masa kepinginnya ngegusur," kata Sylvi.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...