Hamka Haq: Seharusnya MUI Panggil Ahok Dulu, Bukan Buat Pernyataan Sepihak

Istimewa

Beritacas.com - Hamka Haq menjadi saksi ahli dari pihak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama.

Menurut Hamka Haq tidak ada unsur penistaan agama yang dilakukan Ahok saat menyebut Surat Al-Maidah 51, kala berpidato di Kepulauan Seribu.

Bahkan Hamka Haq balik menyinggung putusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang langsung 'memvonis' Ahok bersalah melakukan penistaan agama.

"Menurut saya tidak memenuhi syarat sebagai penistaan agama. Karena tidak langsung mengatakan dibohongi Alquran, tapi ada orang yang berbohong menggunakan Alquran," ujar Hamka Haq saat datang ke Bareskrim Polri di Gedung KKP, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2016).

"Seharusnya Ahok dipanggil dulu, dimintai (keterangan), jangan sepihak. Tentu saya menyampaikan hal-hal yang saya ketahui. Seperti di ILC saya katakan bahwa ucapan Ahok tidak memenuhi syarat-syarat penistaan agama. Karena pertama tidak langsung dikatakan dibohongi Alquran, tapi banyak kan orang yang memakai Alquran untuk membohongi, Kanjeng Dimas kan, Gatot membohongi teman-temannya," papar Ketum Baitul Muslimin Indonesia ini.

"Fatwa itu keluar tanpa konfirmasi dengan Ahok. (Surat) al-Hujurat ayat 6 menganjurkan konfirmasii dulu kalau ada berita. Wartawan saja konfirmasi dulu biar tidak salah, masa majelis ulama tidak konfirmasi? Mestinya seperti itu kan Al- Hujurat ayat 6," tegas Hamka Haq.


Dikhawatirkan keputusan yang salah malah membuat persoalan tidak selesai. "Ya kalau sesuai prosedur salah, apalagi yang (Buni Yani) sudah mengaku salah, kalau fatwa didasarkan pada kesalahan tentu hasilnya salah," uja Hamka.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...