GE HMI: Ahok Tersangka atau Tidak, Jokowi Harus Jatuh

Istimewa

Beritacas.com - Gerakan Eksponen Himpunan Mahasiswa Islam (GE HM) mengancam akan menurunkan demo dengan massa yang lebih besar dari demo 4 November yang lalu. GE HMI menuntut Jokowi harus turun walaupun Ahok sudah jadi tersangka tidak.

Hal ini langsung diungkapkan oleh salah satu Advokat HMI, M. Yusuf Sahide dalam diskusi bertajuk “Kasus Ahok Sasar Jokowi” di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat (17/11/2016) seperti dikutip dari Merdeka.com.

"Aksi 25 November rencananya akan mengerahkan massa yang lebih besar. Sasaran aksi kita tidak lagi di Istana namun ke MPR dan DPR," ujar Yusuf.

Yusuf menegaskan, bahwa aksi ini juga akan melibatkan kader HMI aktif.

"Setelah adik adik kami keluar (kader HMI yang ditangkap) hari ini, kami rencananya akan melakukan aksi yang sama pada tanggal 25 November. Tuntutan tetap sama yaitu menuntut keadilan atas penistaan agama," lanjut Yusuf.

Gerakan Eksponen HMI merupakan ormas gabungan alumni HMI dan anggota yang masih aktif.

Pihaknya tidak akan membiarkan kasus ini berlalu begitu saja sekalipun Gubernur nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sudah ditetapkan tersangka.
"Kita akan terus kawal, karna ini pertama kali seorang pemimpin melakukan penistaan agama. Ini akan kita desak terus untuk dituntaskan dan harus diselesaikan," kata Yusuf.

Ternyata GE HMI punya agenda lain, selain soal dugaan penistaan agama oleh Ahok, mereka juga membidik Presiden Joko Widodo untuk turun dari tahta kepresidenan.

Menurut Yusuf, Jokowi sebagai Presiden RI tidak lagi berpihak kepada rakyat. Bukti bahwa Jokowi tidak berpihak kepada rakyat adalah saat aksi demo 4 November, Presiden Jokowi tidak menemui para pendemo yang sejak siang sudah menunggu.

Menurut Budayawan Betawi Ridwan Saidi, apapun status hukum terhadap Ahok, gerakan ini sudah merencanakan menjatuhkan kepemimpinan Jokowi.

"Apakah Ahok tersangka atau tidak Jokowi harus jatuh," kata Ridwan. yang dikutip dari Merdeka.com

Sebelumnya, Kapolri Tito Karnavian mengharapkan agar tidak ada demo lanjutan pasca Ahok jadi tersangka. Menurutnya jika ada demo lanjutan, maka tujuannya sudah berbeda.

"Kalau ada yang ngajak turun ke jalan lagi apalagi membuat keresahan dan keributan? Cuma satu saja jawabannya, agendanya bukan masalah Ahok. Agendanya adalah inkonstitusional, dan kita harus melawan itu karena negara ada langkah-langkah inkonstitusional. (Maksudnya) Tembakannya bukan ke pak Ahok," tegasnya.

Dalam hal ini, Kapolri enggan merinci apa dari maksud dari ucapannya. Namun, menurutnya, masyarakat sudah bisa memahaminya.

"Demonya ini kalian lihat sendiri. Kalau itu terjadi masyarakat bisa menilai sendiri. (Menggulingkan pemerintahan) Itu kata situ. Silakan nilai sendiri masyarakat. Karena masyarakat kita sekarang sudah pada pintar. Dan masyarakat yang tidak mudah dipengaruhi," pungkasnya.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...