Cewek Cantik Ini Jadi Penjaga Toilet Demi Uang Kuliah

Leni Ardila | Doc. FB

Beritacas.com - Bagi banyak orang, pekerjaan membersihkan toilet barangkali menjijikkan. Selain itu, banyak juga orang malu menjalaninya.

Namun, di Taman Ahmad Yani, Kota Medan, pengunjung akan menjumpai penjaga toilet yang tak biasa. Ia bukan seorang pria tua bertopi berpakaian lusuh. Bukan pula seorang ibu tua yang nampak jarang mandi. Ia adalah seorang gadis cantik. Namanya Leni Ardila.

Dara yang akrab disapa Dila ini usianya baru genap 22 tahun. Ia lahir di Medan, 6 Agustus 1993. Saat berbincang dengan Tribun, ia tak merasa malu sedikitpun dengan pekerjaan yang dilakoninya sejak 4 tahun lalu itu.

"Ngapain malu? Saya kerja ini sudah dari tahun 2011. Sampai sekarang alhamdulillah aman-aman aja," ujar gadis yang juga mantan atlet badminton ini.

Orang seperti Dila agaknya memang langka. Selain punya wajah yang rupawan, ia juga merupakan sosok gadis yang visioner. Ia tak sekadar mengumbar kecantikan. Ia mengaku, bekerja menjaga toilet adalah demi melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.


Leni Ardila | Doc. FB

"Ini semua demi bisa kuliah. Sekarang alhamdulillah saya udah semester akhir. Saya Jurusan Ilmu Komputer di USU. Ini sedang nyusun skripsi. Ini (pekerjaan) sudah saya jalani sejak pertama masuk kuliah," ujarnya.
Berangkat dari kesulitan ekonomi keluarga, Dila tergerak hatinya untuk ikut membantu meringankan beban orangtuanya.

"Saya kan juga bukan dari keluarga senang (kaya). Saya orang susah. Makanya saya harus bisa membantu mama. Ya, alhamdulillah dengan ini saya bisa kuliah sendiri. Bisa untuk kebutuhan sehari-hari," katanya tertawa.


Leni Ardila | Doc. FB

"Saya enggak bangsanya orang yang jijik. Karena juga mama mendidik saya untuk jadi orang yang tough (tangguh). Yang penting enggak aneh-aneh. Yang penting ini halal," sambung Dila.
Namun, tantangan pekerjaan Dila tak sampai pada soal jijik dan malu. Sebab, ia bukan bertugas di siang hari, melainkan malam hari hingga pagi usai subuh. Pun demikian, Dila tak pernah merasa pekerjaannya memberatkan.

"Awalnya saya enggak bisa tidur malam. Terus, iseng-iseng aja jaga malam di sini. Jadi sampai sekarang," ujarnya.




Diakui Dila, selama bertugas malam, tak jarang ia menghadapi bermacam-macam situasi yang menegangkan.

"Sering orang yang kemari itu orang habis pulang dari diskotik. Orang-orang mabok. Nanti datang kemari muntah-muntah. Kadang orang juga sering gangguin. Saya enggak terlalu tanggapi. Saya pasang muka masam aja, jadi orang enggak macam-macam," katanya. (tribunnews.com)

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...