Ahok-Djarot Ditolak, Timses: Dugaan Kami Ada yang Memobilisasi

Wartapolitik

Beritacas.com - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat beberapa kali ditolak warga saat melakukan kampanye.

Tim Sukses paslon tersebut menduga bahwa penolakan terhadap Ahok Djarot bukan warga setempat tetapi warga dari luar daerah tersebut dan diduga kuat ada yang memobilisasi.

Hal ini dilakukan untuk menjegal dan sebagai upaya untuk menurunkan elekbilitas paslon tersebut.

"Kita menduga penolakan terjadi bukan dari warga setempat," ungkap Tim Sukses Ahok-Djarot, Wibi Andrino seperti dikutip dari detik.com.

Penolakan terhadap pasangan Ahok dan Djarot kebanyakan terjadi di daerah Jakarta Barat.

Lalu kenapa mereka menolak Ahok Djarot berkampanye?

Menurut Wibi Andrino, penolakan ini terjadi karena ada pihak ketiga yang memprovokasi atau memobilisasi. Wibi menegaskan bahwa dari saksi yang diajukan, ada pengakuan bahwa para penolak Ahok Djarot tersebut bukan warga setempat.

"Kita menduga ada yang memprovokasi atau memobilisasi. Dasarnya dari saksi-saksi yang kita ajukan, mereka (pendemo) bukan warga situ," ujar Wibi.
Kini Timses Ahok Djarot telah melaporkan soal penolakan kampanye tersebut kepada Bawaslu DKI karena dianggap sebagai perampasan hak berkampanye.

"Kita lapor ke Bawaslu. Itu bentuk perampasan hak kampanye yang diambil," ucapnya.

Lalu, apa strategi timses Ahok Djarot dalam menghadapi penolakan saat kampanye.

"Kita bertemu tokoh-tokoh masyarakat, ajak dialog. Kenapa menolak kalau memang ada warga asli," tutur Wibi.

Menurut Sekretaris DPW Partai NasDem DKI Jakarta, seharusnya permasalahan dugaan kasus penistaan agama oleh Ahok tidak bisa dicampur adukan dengan urusan kampanye.

"Adanya permasalahn yang terjadi sudah ranah masing-masing. Tapi niat baik Pak Basuki dan Pak Djarot menyampaikan visi misi ke masyarakat tolong jangan dibatasi," pintanya.

Ahok-Djarot bersama timses tak patah arang dan akan terus blusukan melakukan sosialisasi visi dan misinya. "Kita tetap semangat selama kita masih melihat orang-orang yang melihat dengan hati bersih. Kami tetap kampanye," tutup Wibi.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...