Ustad Bejat Cabuli Santriwati, Disumpah Dengan Alquran



Ustad CH (55) diduga melakukan pencabulan kepada santriwati. Perbuatan tersebut dilakukan berulang-ulang dalam medio tahun 2012 sampai 2016.

CH sendiri sebagai pengelola Yayasan Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al di Desa Pagedangan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Selama melakukan aksinya, CH mengintimidasi korbannya agar tidak melawan.

Korban mengaku tidak berani menolak lantaran diminta menulis surat perjanjian tidak akan bicara atau melaporkan pada siapa pun. Bila surat perjanjian itu dilanggar korban diancam dan ditakut-takuti tidak akan selamat sepanjang hidupnya.

Berdasarkan pengakuan saksi korban, dimintai berjanji dengan tanda tangan di atas materai, bahkan ada yang disumpah dengan Alquran.

"Ada teman yang disumpah Alquran untuk tidak mengadu pada siapapun," kata korban I (15) di Malang, Rabu (13/4).

Tindakan cabul CH terbongkar, setelah salah satu santriwati kabur dari pondok. Korban ketakutan kalau akan diperkosa, sehingga melaporkan kepada orang tua.

Pada 30 Maret 2016, secara beramai-ramai warga mendatangi pondok pesantren tersebut. Orang tua korban selanjutnya melaporkan pelaku ke polisi, yang langsung mengamankan tersangka.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Malang mengungkapkan, pihaknya sudah memeriksa empat saksi korban dan saksi-saksi lain. Berdasarkan keterangan dan pengakuan tersangka sudah memenuhi unsur untuk menetapkannya sebagai tersangka.

"Bukti-bukti berdasarkan keterangan dari para korban dan pengakuan tersangka, sudah ada kesesuaian," kata Iptu Sutiyo di Malang.

Tersangka sehari-hari sebagai guru ngaji. Dia memanfaatkan statusnya itu untuk mencabuli korbannya. Korban diminta masuk ruangan dengan berbagai alasan.

"Korban disuruh bersih-bersih atau mengantarkan sesuatu ke kamarnya," katanya.


CH disangka melanggar Pasal 82 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pelaku diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.
merdeka.com

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...