TNI dan Polri Bekerja sama Jaga Stabilitas Keamanan Pada Pilkada Serentak



Kapolda Tito Karnavian dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo memberikan keterangan pers usai rakor dengan Presiden Jokowi, Senin (24/10) siang, di Istana Negara, Jakarta.

Menjelang pemilihan umum kepala daerah (pilkada) yang serentak digelar di 100 daerah lebih pada bulan Februari tahun 2017, TNI dan Polri akan bekerja sama untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal ini ditegaskan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam Keterangan Pers usai Rapat Koordinasi bersama Panglima Komando Daerah Militer dan Kepala Kepolisian Daerah, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (24/10) sore.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengemukakan, semua tentu berharap bahwa pesta demokrasi ini betul-betul pesta untuk menggunakan hak-hak demokrasi warga baik untuk dipilih maupun juga untuk memilih.

Sebagai salah satu unsur penting dalam pelaksanaan pemilukada untuk menjaga stabilitas keamanan, menurut Tito, Polri dan TNI sebagai kekuatan inti didukung oleh berbagai stakeholder lainnya termasuk media, masyarakat, maupun civil society akan bekerja bersama-sama untuk menjaga stabilitas kamtibmas.

“Jajaran Polri dan TNI, kami sudah sepakat dengan Bapak Panglima, untuk semua lini dari atas sampai dengan ke bawah, dari pusat sampai dengan ke tingkat provinsi, kemudian kabupaten/kota, kecamatan, sampai dengan tingkat babinsa, babinkamtibmas. Juga dengan Bapak Mendagri tadi, dengan lurah dan kepala desa, kita sepakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas kamtibmas,” tegas Tito.

Bila terjadi pelanggaran hukum atau pelanggaran dalam pemilukada, Kapolri berharap semua dilaksanakan sesuai aturan hukum, bukan dengan cara-cara inkonstitusional atau  tindakan-tindakan anarkis.

Senada dengan Kapolri, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga menegaskan bahwa TNI berpihak pada stabilitas keamanan. “TNI menyiapkan segala daya dan kekuatan yang ada untuk mem-back up Kepolisian Republik Indonesia apabila ada hal-hal yang berusaha untuk merusak stabilitas dan keamanan bangsa Indonesia,” tegasnya.


Dijelaskan oleh Gatot, mulai dari Sabang sampai Merauke, semua Pangdam diperintahkan untuk siaga dan jangan ragu-ragu. “Kerahkan semua kekuatan dan daya yang ada untuk memulihkan keamanan apabila ada yang menganggu,” tegas Gatot
Foto: Istimewa Teks: setkab.go.id

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...