Jembatan Terpanjang di Pulau Nias Ini Butuh Perhatian



Beritacas.com - Jembatan Idano O’Ou yang terletak di Desa Amuri Kecamatan Lolowau dan Desa Lolomaya Kecamatan O’Ou Kabupaten Nias Selatan, Propinsi Sumatera Utara merukan jembatan terpanjang di Kepulauan Nias dengan panjang sekitar 200 Meter dan sudah berumur kurang lebih 40 Tahun.

Jembatan ini masih termasuk aset Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atau lebih tepatnya masih menjadi tanggung jawab Dinas PU Provinsi Sumatera Utara.



Butuh uluran tangan

Kondisi jembatan Idano O’Ou saat ini secara fisik sudah tidak layak, bahkan memang tidak layak sama sekali untuk digunakan sebagai jembatan penyeberangan.

Lantai/dasar jembatan yang terbuat dari kayu atau papan sudah membusuk dan sudah banyak yang patah. Ketika kendaraan roda empat lewat, maka taruhannya nyawa.


Untuk itu dibutuhkan uluran tangan yang merasa terkait, merasa terbeban ataupun ada perasaan dari pimpinan, pejabat dan orang-orang bahwa jembatan tersebut adalah tanggung jawabnya. Bukan menunggu masyarakat yang merasa terisolasi menjerit-jerit kepada sang penguasa dan yang punya kuasa terhadap jembatan tersebut.



Transportasi terputus, Ekonomi tersendat

Jembatan Idano O’Ou ini merupakan jalur transportasi utama antara Kabupaten Nias Selatan dengan Kabupaten Nias Barat. Diantara keduanya terdapat 2 (dua) kecamatan yang sangat berimbas akan kondisi jembatan tersebut, yaitu Kecamatan O’Ou dan Kecamatan Lolowau.

Menjelang hari Natal di bulan Desember mendatang, yang biasanya harga sembako selalu naik, maka di tahun ini akan berlipat-lipat harganya naik. Kenaikan harga sembako ini dipicu akses transportasi yang sulit dan mahal.



Sehingga masyarakat yang berada dipusaran atau yang ekonominya berimbas dari kondisi jembatan O’Ou, sangat mengharapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas PU, maupun campur tangan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan untuk mencari solusi yang seterusnya dipertimbangkan, diputuskan dan kemudian dieksekusi.
Foto: Yakin Laia | FB

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...