Ustad Abu Janda al-Boliwudi : Relokasi dan Digusur itu Berbeda



MALAIKAT KAGETAN

Menjelang Pilgub tiba2 banyak Malaikat Kagetan yang mendadak muncul "bela" rakyat kecil melawan (Katanya) tirani pemerintah.. katanyaa.

Sayangnya "Malaikat Malaikat" ini hanya muncul dekat2 Pilgub ENTAH KEMANA batang hidungnya saat masa sedang tidak menjelang Pilkada.

Kita perlu bertanya, apakah para Malaikat Kagetan ini benar2 "peduli" rakyat kecil, atau punya agenda lain sehubungan dengan Pilgub DKI? Mari kita analisa secara obyektif..

DIRELOKASI BUKAN DIGUSUR

Malaikat Kagetan tutup mata terhadap FAKTA bahwa yang dilakukan pemprov DKI adalah Merelokasi BUKAN Menggusur.

Malaikat Kagetan tutup mata terhadap FAKTA bahwa yang direlokasi adalah pemukiman LIAR KUMUH bantaran sungai & bantaran rel tanpa sertifikat.

Malaikat Kagetan tutup mata terhadap FAKTA bahwa penggusuran era Sutiyoso LEBIH KEJAM daripada era Ahok, lebih sering, dan Satpol PP nya lebih bengis.

Malaikat Kagetan tutup mata terhadap FAKTA bahwa Pemprov DKI telah menyediakan Rusunawa untuk warga Kampung Pulo, Bukit Duri & Rawajati.

TIDAK PEDULI JAKARTA

Karena para Malaikat Kagetan memang sebenarnya sama sekali Tidak Peduli Jakarta. Mereka bilang mereka "peduli", prakteknya tidak ada yang mereka bela selain ELEKTABILITAS.

Membela elektabilitas bakal calonnya, dan mencari-cari celah untuk menurunkan elektabilitas gubernur inkumben Ahok menjelang Pilgub.

Makanya para Malaikat Kagetan ini menghalalkan segala cara, termasuk menjelek-jelekan program pemerintah kota yang sebenarnya BAIK, mempelintir istilah agar pemerintah seolah kejam.

Tulisan ini BUKAN dalam rangka bela Ahok. Tapi dalam rangka mengajak berpikir obyektif. Itu saja, tidak kurang tidak lebih.

MARI KITA BERPIKIR OBYEKTIF

Ustad Abu Janda al-Boliwudi

#SayNoToTerrorism

Ini adalah tulisan yang langsung di copy dari facebook Ustad Abu Janda al-Boliwudi.

https://www.facebook.com/ustadabujanda

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...